Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua
Advertisement . Scroll to see content

Sedot 60.187 Kg Emas dari Papua, Freeport Raup Rp40 Triliun

Kamis, 25 Oktober 2018 - 17:04:00 WIB
Sedot 60.187 Kg Emas dari Papua, Freeport Raup Rp40 Triliun
Tambang Freeport Indonesia. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Freeport McMoRan Inc, induk perusahaan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) mencatat kinerja positif dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (24/10/2018) waktu setempat, Freeport mencatatkan pendapatan 4,9 miliar dolar AS atau Rp73,5 triliun (kurs Rp15.000). Secara kumulatif, Freeport meraup 14,9 miliar dolar AS atau Rp224 triliun sepanjang Januari-September 2018.

"Kami melaporkan penjualan yang kuat sepanjang kuartal III-2018. Penjualan tembaga kami melebihi 1 juta pound, penjualan emas 837.000 ounce, dan molibdenum 22 juta pound," kata CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson dalam transkrip Earnings Call yang dikutip dari Seeking Alpha, Kamis (25/10/2018).

Sepanjang Januari-September 2018, total penjualan tembaga mencapai 3 juta pound, emas 2,1 juta ounce, dan molibdenum 70 juta pound.

Dengan satuan kilogram (kg), maka mineral yang dijual Freeport masing-masing 85.787 kg tembaga, 60.187 kg emas, dan 1,98 juta kg molibdenum. Satu pound berdasarkan ukuran internasional setara 28,35 gram (0,028 kg) sementara satu ounce setara 453,59 gram (0,45 kg).

Dari jumlah tersebut, pendapatan dari tembaga mencapai 8,96 miliar dolar AS (Rp134,4 triliun), emas 2,65 miliar dolar AS (Rp39,75 triliun), dan 3,29 miliar dolar AS berasal dari molibdenum (Rp49,35 triliun).

"Perusahaan menargetkan penjualan hingga akhir tahun sebesar 3,8 juta pound tembaga, 2,45 juta ounce emas, dan 95 juta pound molibdenum," katanya.

Dalam laporan keuangannya, Freeport membagi wilayah operasinya menjadi tiga bagian. Pertama, Amerika Selatan yang mencakup Peru (tambang Cerro Verde) dan Cile (tambang El-Abra). Dua tambang ini menghasilkan tembaga, molibdnum, dan perak.

Kedua, Amerika Utara. Ada sembilan tambang yang dikelola Freeport di kawasan ini yang menghasilkan tembaga, molibdenum, emas, dan perak. Sebagian besar konsentrat molibdenum berasal dari wilayah ini.

Ketiga, Indonesia yang menjadi wilayah operasi terbesar Freeport. Sepertiga tembaga Freeport diangkut dari bumi Papua dan hampir seluruh emas Freeport diangkut dari Indonesia. Hingga akhir tahun, Freeport menargetkan bisa menambang 1,16 juta pound tembaga dan 2,45 juta ounce dari Indonesia.

Di Indonesia, Freeport mengelola tambang Grasberg. Richard mengakui moncernya penjualan tembaga dan emas berasal dari Indonesia. Penjualan tembaga lebih tinggi 8 persen dan emas lebih tinggi 20 persen dari estimasi awal.

"Dan ini, terutama mencerminkan tingginya kualitas bijih dan tingkat operasi di Freeport karena kami menambang tambang Grasberg tahap akhir," kata Richard.

Dalam laporannya, PTFI tidak lagi menambang di bagian atas tambang terbuka Grasberg yakni Gunung Bijih Timur (GBT) dan Intermediate Ore Zone (IOZ). Sejak tahun 2000, PTFI mengeksploitasi area Deep Ore Zone (DOZ) dan Big Gossen. Namun, masih ada tambang lagi yang belum digarap PTFI yaitu Deep Mill Level Zone (DMLZ), Grasberg Block Cave (BC), dan Kucing Liar.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut