Sempat Batal, Rencana Louis Vuitton Akuisisi Tiffany & Co Dapat Persetujuan UE
PARIS, iNews.id - Produsen perhiasan asal AS, Tiffany & Co telah mengantongi izin dari Komisi Eropa untuk menyelesaikan akuisisi oleh perusahaan pemilik merek terkenal Louis Vuitton, LVMH. Kesepakatan senilai 16,2 miliar dolar AS (Rp237 triliun) itu sempat tertunda September lalu.
"Semua persetujuan regulasi yang diperlukan untuk penyelesaian kesepakatan sekarang telah diperoleh," ujar juru bicara Tiffany dikutip dari WWD, Selasa (27/10/2020).
Persetujuan itu datang di tengah sengketa hukum antara Tiffany dan LVMH yang masih berlanjut. Pada September lalu Tiffany menggugat LVMH di pengadilan Delaware, AS dengan menuduh perusahaan asal Prancis itu sengaja menunda kesepakatan, demi mendapatkan harga yang lebih rendah.
Gugatan itu akan disidangkan pada 5 Januari mendatang. Sementara LVMH telah membantahnya, sebaliknya menuduh bahwa perusahaan AS itu telah salah mengelola bisnis selama pandemi Covid-19. Namun, LVMH mengatakan, bersedia untuk melanjutkan kesepakatan dan akan menepati janji.
Sebelumnya diketahui, kesepakatan yang diteken November 2019 itu memiliki batas waktu penutupan paling lambat 24 November 2020. Akan tetapi, Tiffany meminta untuk diperpanjang hingga 31 Desember.
Setelah itu, pemerintah Prancis memerintahkan LVMH untuk menundanya hingga awal tahun depan, karena sengketa perdagangan dengan AS terkait pajak barang-barang Prancis masih memanas. Covid-19 juga ditengarai memengaruhi rencana akuisisi. Karena itu CEO LVMH Bernard Arnault tampaknya ingin mencari harga yang lebih rendah untuk membeli Tiffany.
Editor: Ranto Rajagukguk