Sempat Langka, LPG 3 Kg Kini Mulai Banjiri Pasar di Medan
MEDAN, iNews.id - Tabung gas LPG 3 kg kini mulai membanjiri pasar di Medan, Sumatera Utara. Padahal, gas melon ini sebelumnya sempat langka dan harganya melambung, yakni sekitar Rp30.000 per tabung.
Dari pantauan iNews, di kecamatan Medan Perjuangan, Medan Timur dan Medan Tembung, pangkalan-pangkalan LPG yang sempat kehabisan stok kini kembali mendapat pasokan stok LPG 3 kg.
"Iya, tadi malam sekitar jam 9-10 malam stok masuk. Sepertinya serentak didistribusikan, karena di pangkalan lain pun sudah dipasok," kata Samuel Panjaitan, pemilik pangkalan LPG di Medan Perjuangan, Rabu (26/7/2023).
Jumlah stok yang dipasok ke pangkalan LPG tersebut juga diakui sudah kembali normal, namun penjualan kepada masyarakat diperketat. "Udah normal (jumlahnya), tapi pembelian harus pakai KTP dan Kartu Keluarga (KK). Yang sudah terdaftar bisa langsung beli 1 tabung. Yang belum kita bantu daftarkan ke aplikasi. Syaratnya KK dan KTP serta domisilinya di sekitar pangkalan," ujar Rahmat Limbong, pemilik pangkalan LPG di Medan Tembung.
Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina Patra Niaga menambah sebanyak 207 ribu tabung LPG ukuran 3 kilogram (kg) untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram yang tengah terjadi di Medan dan sejumlah daerah di Sumatera Utara. Penambahan ini dilakukan setelah pekan lalu mereka juga menambah sebanyak 7500 tabung di wilayah Deliserdang.
Tambahan 207 ribu tabung itu akan disalurkan ke 16 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Yakni Kota Medan, Binjai, Pematang Siantar, Tebingtinggi dan Tanjung Balai serta Kabupaten Deliserdang, Humbang Hasundutan, Asahan, Batubara, Dairi, Karo, Langkat, Pakpak Bharat, Samosir, Simalungun dan Kabupaten Serdang Bedagai.
Penambahan terbanyak dilakukan di Medan yang mencapai 45 ribu tabung. Penambahan ini mencapai 50 persen dari total konsumsi harian di Medan. "Penyaluran pasokan tambahan ini kita lakukan bertahap sampai konsumsi kembali normal," tukas Manajer Komunikasi, Humas dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria.
Editor: Jeanny Aipassa