Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Tekan Harga Tiket
Advertisement . Scroll to see content

Sepanjang 2019, Sudah Ada 7 Maskapai di Dunia yang Bangkrut

Sabtu, 30 Maret 2019 - 21:04:00 WIB
Sepanjang 2019, Sudah Ada 7 Maskapai di Dunia yang Bangkrut
Germania menjadi salah satu maskapai yang mengumumkan penghentian operasi pada 5 Februari 2019. Maskapai ini bisa dibilang bukan maskapai kecil karena memiliki 30 armada pesawat. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

REYKJAVIK, iNews.id - Maskapai asal Islandia, WOW Air belum lama ini menyatakan bangkrut. Kondisi yang dialami WOW Air makin menambah daftar panjang maskapai yang tumbang pada tahun 2019.

Berdasarkan catatan iNews.id, WOW Air menjadi maskapai ketujuh yang bangkrut dalam tiga bulan pertama tahun ini. Bahkan, jika dirunut sejak 2018, ada 20 maskapai yang bangkrut.

Dalam kurun dua tahun terakhir, kebanyakan maskapai yang bangkrut berasal dari Eropa, terutama bagian utara. Maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) paling banyak menjadi korban.

Cobalt Air menjadi salah satu maskapai terbesar di Siprus yang mengumumkan penghentian operasi pada 17 Oktober 2018. Selain Cobalt, maskapai Eropa yang bangkrut di antaranya Primera Air (Denmark), Saratov Airlines (Rusia), dan Skywork Airlines (Swiss).

Masalah keuangan akibat tingginya harga avtur menjadi penyebab bangkrutnya maskapai. Apalagi, kompetisi di industri aviasi cukup ketat, sehingga seringkali terjadi perang harga yang membuat margin yang kecil semakin tipis.

Berikut tujuh maskapai yang berguguran sepanjang kuartal I-2019:

1. Tajik Air (Tajikistan) 14 Januari 2019
2. Asian Express Airlines (Tajikistan) 16 Januari 2019
3. California Pacific (AS) 17 Januari 2019
4. Germania (Jerman) 5 Februari 2019
5. Flybmi (Inggris) 16 Februari 2019
6. Insel Air (Curacao) 28 Februari 2019
7. WOW Air (Islandia) 28 Maret 2019

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut