Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BCA Tebar Dividen Rp41,3 Triliun, 72 Persen dari Laba Bersih
Advertisement . Scroll to see content

Skema Merger Citilink dan Pelita Air Belum Final, Wamen BUMN: Tunggu Laporan Akhir Tahun Garuda

Senin, 08 Januari 2024 - 21:27:00 WIB
Skema Merger Citilink dan Pelita Air Belum Final, Wamen BUMN: Tunggu Laporan Akhir Tahun Garuda
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum memutuskan skema penggabungan atau merger antara PT Citilink Indonesia dan PT Pelita Air Service (PAS). Sebab, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum menyampaikan laporan keuangan akhir tahun 2023.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia memang menjadi pemegang saham mayoritas Citilink. Secara komposisi, saham Garuda sebanyak 97,80 persen atau setara 1.137.893 saham. Sementara, 2,20 persen atau sebesar 24.750 saham dikendalikan oleh oleh PT Aero Wisata.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan keuangan akhir tahun secara konsolidasi dari emiten dengan kode saham GIAA tersebut sebelum memutuskan skema merger Citilink dan Pelita Air. 

“(Skema merger?) Belum, belum, kami tunggu laporan akhir tahun Garuda dulu,” ujar pria yang akrab disapa Tiko itu saat ditemui wartawan, Senin (8/1/2024). 

Tiko menambahkan, merger kedua maskapai itu tergantung pada kemampuan keuangan Garuda Indonesia. Tercatat, GIAA masih memasuki fase restrukturisasi alias penyehatan keuangan.

Maka dari itu, Kementerian BUMN akan melakukan peninjauan atau review terhadap struktur keuangan Garuda Indonesia terlebih dahulu, sebelum aksi merger Citilink dan Pelita Air dilakukan.

Kementerian BUMN sebelumnya menargetkan review atas struktur keuangan Garuda sudah dilakukan pada akhir 2023 lalu. Kendati begitu, hingga pekan pertama Januari ini putusan soal skema penggabungan belum difinalisasikan. 

"Tergantung dari kemampuan Garuda restrukturisasi, kita akan review akhir tahun (2023) apakah Garuda sudah sehat akhir tahun ini," kata Tiko beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Tiko memastikan pihaknya sudah menyiapkan dua opsi dari langkah konsolidasi Citilink dan Pelita Air. Opsi yang dimaksud adalah pengalihan lisensi penerbangan reguler Pelita Air Service ke Citilink Indonesia atau diserahkan kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. 

Jika opsi ini dilakukan, maka Pelita Air nantinya hanya akan fokus pada penerbangan charter atau sewa saja. 

"Itu masih dalam kajian, jadi ada dua opsi, opsinya Pelita masuk secara lisensi ke Citilink atau Pelita ke InJourney, itu masih dikaji," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut