Soal Investasi China, Luhut: RI Terlalu Besar Berpihak ke Satu Negara

Rully Ramli ยท Jumat, 30 November 2018 - 13:48 WIB
Soal Investasi China, Luhut: RI Terlalu Besar Berpihak ke Satu Negara

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menjelaskan maksud ucapannya soal investasi China. Menurut Luhut, pernyataannya itu tidak berarti Indonesia tergantung kepada Negeri Tirai Bambu.

"Saya garis bawahi, Indonesia ini terlalu besar untuk berpihak kepada satu negara," kata Luhut saat berbincang bersama awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Luhut menyebut, China merupakan mitra dagang utama bagi Indonesia. Kerja sama dagang dengan negara tersebut disebutnya tidak berarti Indonesia dikontrol oleh China. Dia menegaskan, tidak ada satupun negara yang dapat mengontrol Indonesia. "Kita berpihak kepada kepentingan masing-masing," katanya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura tersebut menambahkan, pemerintah membuka pintu bagi siapa saja untuk menjalin kerja sama selama menguntungkan kedua belah pihak.

Soal investasi, kata Luhut, pemerintah memiliki sejumlah syarat yang berlaku untuk seluruh investor asing. Pertama, investasi itu harus memiliki teknologi yang ramah lingkungan. Isu lingkungan menjadi perhatian utama pemerintah karena menentukan kualitas industri.

Kedua, lanjut dia, investasi itu harus memberikan nilai tambah (value added) atas produk yang dihasilkan. Hal ini terutama menyasar investasi di sektor tambang, sehingga pemerintah terus menekankan hilirisasi. "Kita tidak mau Freeport terulang," kata Luhut.

Ketiga, investor asing wajib melatih sumber daya manusia (SDM) lokal. Transfer teknologi menjadi syarat mutlak. Luhut menyebut, pemerintah mengizinkan investor asing merekrut tenaga kerja asing (TKA) namun hanya sebentar. Setelah itu, mereka harus melatih SDM lokal. 

Editor : Rahmat Fiansyah