Sosok Carlos Slim Helu, Orang Terkaya di Meksiko yang Berinvestasi Saham Sejak Usia 12 Tahun
JAKARTA, iNews.id - Carlos Slim Helu merupakan orang terkaya di Meksiko. Pria kelahiran tahun 1940 ini diketahui memiliki lebih dari 200 bisnis dari berbagai industri, salah satunya menjadi pengendali perusahaan telekomunikasi seluler terbesar di Amerika Latin, América Móvil.
Menurut data Forbes, Slim memiliki harta kekayaan sebesar 74,5 miliar dolar AS atau setara Rp1.152 triliun. Slim tercatat sebagai orang terkaya ke-13 di dunia per hari ini, Sabtu (15/10/2022).
Sejak usia 12 tahun, ayahnya mengajari Slim membaca dokumen keuangan dan berinvestasi. Dengan ilmu yang didapat tersebut, Slim mengembangkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh tentang transaksi moneter.
Dikutip dari Business Insider, Slim kuliah di Universidad Nacional Autonoma de Mexico mengambil jurusan teknik sipil dan lulus pada tahun 1961. Setelah lulus dari perguruan tinggi, dia mendirikan perusahaan pertamanya, Inversora Bursatil, sebuah perusahaan asuransi.
Kisah Sukses Basrizal Koto, dari Penjual Petai Kini Jadi Pengusaha
Pada tahun 1965, modalnya tumbuh cukup besar, sehingga dia menggabungkan perusahaan lain atau membelinya langsung. Dalam kurun waktu satu tahun dia sudah memiliki kekayaan sekitar 40 juta dolar AS dan terus bertambah.
Sosok Wang Zelong, Pemuda Terkaya di Asia Berharta Rp19 Triliun
Adapun Carlos Slim menghabiskan sebagian besar tahun 60-an, 70-an, dan 80-an untuk membangun beragam portofolio yang sekarang mendominasi ekonomi Meksiko, atau yang dikenal dengan "Slimlandia".
Bersama mitra telekomunikasi asing, dia membeli saham Telmex, satu-satunya perusahaan telepon di Meksiko, pada tahun 1990 dan sekarang menjadi bagian dari América Móvil.
Mengenal Henrique Dubugras, Pemuda Ahli Coding Berharta Rp23 Triliun
Sebagian besar kekayaannya berasal dari 57 persen saham di América Móvil. Perusahaan tersebut melaporkan pendapatan 52 miliar dolar AS pada 2019.
Dia juga memiliki saham di perusahaan konstruksi, barang konsumsi, pertambangan real estate Meksiko, dan 17 persen dari The New York Times.
Selama tahun 2000-an, dia terus membangun kerajaannya di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Dia membeli dan menjual perusahaan dan meningkatkan kepemilikannya di bidang telepon seluler dan tembakau yang sudah lama berdiri.
Editor: Aditya Pratama