Sosok Dirut PLN Zulkifli Zaini, Alumni Teknik Sipil yang Banting Setir Jadi Bankir
JAKARTA, iNews.id - Zulkifli Zaini ditunjuk menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero). Dia akan menggantikan Sripeni Inten Cahyani yang menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) perusahaan setrum negara itu.
Zulkifli lahir di Palembang, 22 Oktober 1956. Dia meraih gelar sarjana jurusan Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1980 dan master di Washington University, AS pada 1994 dengan gelar Master Business of Administration (MBA).
Pria berusia 63 tahun tersebut mengawali kariernya di dunia konstruksi. Dia bergabung di berbagai perusahaan konsultan teknik untuk menerapkan ilmu yang diperoleh saat kuliah di Bandung.
Namun cita-citanya menjadi insinyur ditinggalkannya saat 'banting setir' menjadi bankir. Zulkifli bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sebagai account officer (AO) pada 1988. Pada masa-masa awal berkarier di industri perbankan, ilmu teknik sipil-nya lumayan terpakai karena dia bertugas mengawasi proyek-proyek bangunan yang dibiayai Bapindo.
Pada 1992, Zulkifli diangkat menjadi Head of Project Financo Kantor Cabang Bapindo Surabaya. Pada 1996, dia dipromosikan menjadi Wakil Kepala Cabang Bapindo Surabaya. Dua tahun kemudian, posisinya meningkat menjadi Kepala Cabang. Namun, dia digeser untuk mengurusi area Jambi.
Saat empat bank dimerger menjadi Bank Mandiri akibat krisis 1998/99, Zulkifli tetap dipercaya menduduki jabatan senior di bank tersebut. Dia menjadisenior manager dan team leader di divisi Credit Risk Management.
Kariernya terus menanjak dengan mengisi posisi Vice President & Division Head of Government Relationship Management dan Direktur Teknologi dan Operasional Bank Mandiri.
Pada 2010, Zulkifli ditunjuk untuk menjadi Direktur Utama Bank Mandiri. Dia mengisi posisi Agus DW Martowardojo yang diangkat menjadi menteri keuangan. Zulkifli menjabat sebagai bos Bank Mandiri sampai 2013 sebelum diganti oleh Budi Gunadi Sadikin.
Selepas tak menduduki posisi direksi, Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) tersebut diminta menjadi komisaris. Pada 2013, dia ditunjuk menjadi Komisaris PT Bank Permata Tbk. Sejak 2015 hingga saat ini, dia menjadi Komisaris di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Editor: Rahmat Fiansyah