Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara ungkap Merger BUMN Karya Batal Tahun Ini gegara Utang 
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani Kesal 40 Persen BUMN yang Dapat PMN Masih Rugi

Rabu, 15 Desember 2021 - 19:26:00 WIB
Sri Mulyani Kesal 40 Persen BUMN yang Dapat PMN Masih Rugi
Sri Mulyani mengaku kesal melihat sebanyak 40 persen BUMN masih merugi setelah mendapatkan PMN. (foto: dok. iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku kesal melihat fakta dan data bahwa sebanyak 40 persen BUMN yang mendapatkan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) periode 2005-2021 dari pemerintah masih juga merugi.

"Kalau kami lihat dari kinerja BUMN (yang dapat PMN) hanya 60 persen yang datangkan laba sedangkan 40 persen rugi," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (15/12/2021).

Namun, Sri Mulyani tidak membeberkan BUMN mana saja yang termasuk ke 40 persen yang merugi itu. Dia hanya meminta agar kinerja BUMN bisa maksimal jika mendapatkan PMN.

"Ini menjadi salah satu buat kami untuk memperhatikan, makanya sebagian kemudian diminta untuk scale down (menurunkan) atau dilakukan PMN dan menyehatkan kembali agar tidak over leverage," kata dia.

Saat ini, Kementerian Keuangan telah menggelontorkan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Tujuan penambahan PMN yang telah diberikan kepada BUMN dengan nilai total Rp361,3 triliun. 

PMN tersebut digunakan untuk pendirian BUMN sebesar Rp3 triliun dibagi kepada Pembiayaan dan Penjaminan Infrastruktur sebesar Rp2 triliun dan Pembiayaan Perumahan Rp1 triliun.

Sementara restrukturisasi BUMN senilai Rp12,7 triliun yang dibagikan kepada 17 perusahaan pelat merah.

Lalu, untuk peningkatan kinerja BUMN sebesar Rp345,6 triliun yang dibagi kepada delapan sektor. Pembiayaan ekspor sebesar Rp23,7 triliun, penyediaan kredit mikro sebesar Rp24,01 triliun, kedaulatan pangan sebesar Rp11,45 triliun, dan pembangunan infrastruktur dan konektivitas Rp184,17 triliun.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut