Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deretan Miliarder Muda yang Sukses Rintis Bisnis dari Nol
Advertisement . Scroll to see content

Sukses Lewat Miniso, Ini Profil Ye Guo Fu

Jumat, 16 Oktober 2020 - 11:50:00 WIB
Sukses Lewat Miniso, Ini Profil Ye Guo Fu
Pendiri Miniso, Miyake Jyunya (kiri) dan Ye Guo Fu (kanan). (Foto: ST)
Advertisement . Scroll to see content

GUANGZHOU, iNews.id - Ye Guo Fu adalah sedikit pebisnis yang berani melawan arus. Dia sukses membawa model bisnis baru di industri ritel China lewat merek Miniso.

Miniso yang berkantor pusat di Guangzhou, China kini telah memiliki jaringan toko ritel di seluruh benua dari Asia hingga Amerika. Miniso menawarkan aneka produk rumah tangga dengan harga terjangkau.

Lalu, bagaimana awalnya Ye membentuk Miniso? Sebelum memulai usaha, Ye bekerja di pabrik baja di China. Tak puas dengan pekerjaannya, dia keluar dan memutuskan untuk berbisnis. Pada 2004, dia mendirikan toko Aiyaya di China yang menjual aksesoris dan alat kecantikan wanita.

Pada 2013, dia berjalan-jalan ke Jepang dan terinspirasi toko lokal, Muji. Dia mengajak desainer Jepang, Miyake Jyunya. Keduanya kemudian sepakat membentuk Miniso pada September 2013.

Dilansir Strait Times, Jyunya berperan mengepalai tim desain beranggotakan 30 orang di Tokyo. Saat itu, Jyunya berprofesi sebagai pekerja lepas dengan klien perusahaan bermerek global. Sementara Ye mengembangkan tim brand dan pengembangan bisnis di Guangzhou. Meski jumlah Miniso di China jauh lebih banyak daripada di Jepang, Ye mengklaim Miniso adalah brand Jepang.

Perkembangan Miniso yang sangat ekspansif disebabkan konsep franchise yang disebut Miniso Retail Partner. Mitra nantinya membayar biaya pembukaan toko dan menerima bagi hasil penjualan dari produk yang dipasok oleh perusahaan. Dalam empat tahun, mereka membuka 2.600 toko di seluruh dunia.

Saat ini, jumlah toko Miniso secara global mencapai 4.200 dimana 1680 unit berada di luar China Sementara Miniso hanya mengendalikan 129 toko secara langsung.

"Tidak ada kompetitor yang dekat dengan kami. Sepanjang kami tak melakukan kesalahan besar, kami memiliki ruang pertumbuhan yang sangat menjanjikan," kata Ye dilansir Forbes, Jumat (16/10/2020).

Kinerja keuangan Miniso terbilang moncer meski belum meraih untung. Dua tahun setelah berdiri, perusahaan yang dibekingi Tencent itu meraup pendapatan 750 juta dolar AS. Sementara pada 2019, pendapatan menembus 2,4 miliar dolar AS.

Rahasia harga murah Miniso terletak pada memangkas peran middleman. Perusahaan membeli langsung produk dari pabrik-pabrik seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Demi memperkuat branding, Miniso membeli lisensi seperti Disney. Di China, 95 persen barang-barang yang dijual di toko Miniso memiliki harga di bawah Rp100.000.

Ye menyebut, jargon "semakin mahal, semakin bagus" hanya alasan bagi perusahaan meraih untung sebanyak-banyaknya. Dia pun memilih prinsip "jual produk bagus dengan harga murah". Dengan konsep ini, dia ingin menjual banyak barang untuk menjangkau jutaan orang.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut