Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jasa Marga Prediksi 3,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek saat Mudik Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Tak Cuma Jabodetabek, Perajin Tahu Tempe di Pulau Jawa Akan Mogok Produksi

Kamis, 17 Februari 2022 - 13:27:00 WIB
Tak Cuma Jabodetabek, Perajin Tahu Tempe di Pulau Jawa Akan Mogok Produksi
Tak cuma Jabodetabek, perajin tahu tempe di Pulau Jawa akan mogok produksi. Foto: Ist
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan, ancaman mogok produksi perajin tahu tempe mulai 21-23 Februari 2022 meluas. Awalnya hanya Jabodetabek, kini perajin tahu tempe di Pulau Jawa menyatakan hal yang sama.  

Aksi mogok ini dilakukan sebagai jalan terakhir karena melonjaknya harga kedelai impor hingga berimbas pada kedelai lokal. Akibat kenaikan harga membebani para perajin dalam memproduksi dan menjualkan tahu tempe ke masyarakat. 

"Awalnya yang mengajukan pernyataan ingin lakukan mogok hanya Jabodetabek, makin ke sini diikuti juga oleh daerah Bandung, Bogor, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah sama Jawa Timur sekarang sudah bikin pernyataan ikut (mogok produksi). Sehingga bisa dibilang seluruh Jawa akan mogok produksi," kata Aip daam dialog virtual, Jumat (18/2/2022).

Dia menjelaskan, aksi mogok ini sudah direncanakan sejak Desember 2021 lalu. Namun Gakoptindo berusaha mencegah supaya produksi tetap berjalan.

Para perajin pun saat itu menuruti apa yang disarankan Gakoptindo, namun karena harga kedelai terus merangkak naik hingga tembus Rp11.000 per kilogram (kg), para perajin akhirnya menyerah. Mereka tegas akan melakukan aksi mogok produksi. 

"Aksi mogok itu adalah upaya terakhir, sehingga kami sebagai Gakoptindo tadinya sudah ekspos ke temen-temen yang usul sejak bulan Desember, sudah kami tahan-tahan supaya enggak mogok karena kenaikan harga ini wajar. Pemerintah maupun importir menaikan harganya juga sudah sesuai aturan yang ada," tutur Aip. 

"Tapi kenaikannya malah terus-terusan dari Rp9.000 hingga Rp11.000, sehingga banyak anggota kami yang kolaps tidak jualan," imbuhnya. 

Dalam aksi mogok nanti, Aip menuturkan, bukan aksi demo yang rusuh sampai turun ke jalanan, melainkan hanya berhenti produksi dan tidak berjualan untuk sementara waktu.

"Sistem mogok kami ini bukan demo. Tapi kami hanya berhenti produksi selama tiga hari terus tidak jualan di pasaran. Sehingga tidak ada cerita turun ke jalan atau bentrok-bentrokan," ujarnya. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut