Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Horor! Pekerja Kebun Jatuh ke Mesin Penggilingan Kelapa Sawit 
Advertisement . Scroll to see content

Tambang Batu Bara di China Runtuh, 2 Orang Tewas dan 22 Terperangkap

Minggu, 21 Oktober 2018 - 18:49:00 WIB
Tambang Batu Bara di China Runtuh, 2 Orang Tewas dan 22 Terperangkap
Seorang pekerja dievakuasi dari tambang batu bara yang runtuh di Yuncheng, Shandong. (Foto: Xinhua)
Advertisement . Scroll to see content

JINAN, iNews.id - Tambang batu bara di Yuncheng, Provinsi Shandong, China runtuh. Akibatnya, dua orang tewas dan 20 orang terjebak.

Dilansir Xinhua, Minggu (21/10/2018), kejadian nahas tersebut terjadi pada salah satu tambang milik Shandong Energy Group Co. Ltd. Pada Sabtu (20/10/2018), tepatnya pukul 11:00 malam, kecelakaan terjadi dan menghancurkan terowongan drainase air.

Zhai Minghu, juru bicara Shandong Energy mengatakan, saat itu, sebanyak 334 orang yang sedang bekerja terjebak di tambang bawah tanah. Dari jumlah tersebut, 312 di antaranya sudah berhasil dievakuasi.

Evakuasi dilakukan tidak lama setelah kecelakaan terjadi. Ruang udara sepanjang 200 meter hingga tadi siang selesai diperbaiki dan 50 meter sisanya sedang diperbaiki.

"Pencarian 20 orang yang terperangkap dan 2 mayat terus dilakukan meski terhambat oleh jatuhnya batu-batu yang runtuh di terowongan," ujar Zhai.

Perusahaan saat ini masih menginvestigasi penyebab pecahnya batu. Namun, biasanya hal ini terjadi karena penyangga batuan yang patah akibat aktivitas penambangan.

Sebagai informasi, tambang tersebut dikelola oleh Shandong Energy Longkou Mining Group Co., Ltd, anak usaha Shandong Energy. Perusahaan tersebut beroperasi di sembilan kota yang tersebar di Provinsi Shandong, Shanxi, dan Jilin.

Setiap tahunnya, Shandong Energy Longkou memproduksi 20 juta ton batu bara di samping memproduksi 2,1 juta ton shale dan 200 ribu ton minyak mentah. Saat ini, perusahaan tersebut mengelola enam tambang dan dua lainnya sedang dalam pengawasan pemerintah China karena dinilai menimbulkan polusi.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut