Tas Mewah Jadi Investasi Paling Cuan di Kalangan Kolektor
NEW YORK, iNews.id - Orang-orang kaya memiliki koleksi barang-barang mahal yang harganya kerap naik. Beberapa barang koleksi tersebut di antaranya tas tangan (handbag) mewah dan lukisan.
Sepanjang 2019 lalu, tas mewah menjadi instrumen investasi koleksi yang menawarkan imbal hasil (return) paling tinggi.
Berdasarkan riset Knight Frank, kenaikan harga tas mewah mencapai 13 persen dalam setahun. Kenaikan itu lebih tinggi daripada harga lukisan yang naik rata-rata 5 persen.
Knight Frank menyatakan, pasar tas mewah di kalangan atas tetap didominasi oleh produk Hermes Birkin.
"Meski tas buatan merek-merek mewah seperti Chanel dan Louis Vuitton juga diburu kolektor, tas buatan Hermes tetap mencatat kenaikan harga tertinggi dan paling diinginkan," kata Direktur Riset Pasar Seni Knight Frank, Sebastian Duthy, dilansir CNBC, Minggu (8/3/2020).
Tas tangan termahal yang pernah terjual sejauh ini yaitu tas Birkin putih kulit buaya Himalaya berbalut berlian. Tas yang dilelang Christie pada 2017 itu terjual 379.261 dolar AS.
Tas Birkin Himalaya dianggap sebagai 'cawan suci' bagi para penggemar tas mewah. Jumlah tas tersebut sangat terbatas meski tak diketahui angkanya secara pasti.
Lembaga riset Bernstein pernah menyebut, Birkin memproduksi tas total sebanyak 12.000 buah per tahun. Namun, tas tertentu biasanya dipasarkan hanya untuk konsumen terbatas.
Meski harga tas dan lukisan koleksi naik, namun tak semua barang koleksi menikmat kenaikan harga. Berikut daftar pergerakan harga barang koleksi berdasarkan riset Knight Frank:
1. Tas tangan +13,4 persen
2. Perangko +6,4 persen
3. Lukisan +5,2 persen
4. Whisky langka +5 persen
5. Koin kuno +2,7 persen
6. Jam tangan +1,8 persen
7. Wine +0,7 persen
8. Mebel +0,3 persen
9. Berlian warna -1 persen
10. Mobil antik -6,7 persen
11. Perhiasan -6,9 persen
Editor: Rahmat Fiansyah