Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp12 Triliun per Tahun, Fokus Swasembada Pangan-Energi
Advertisement . Scroll to see content

Tidak Cukup Sampai Nikel, Ganjar Komitmen Perluas Hilirisasi hingga ke Sektor Pertanian dan Kelautan

Kamis, 23 November 2023 - 17:11:00 WIB
Tidak Cukup Sampai Nikel, Ganjar Komitmen Perluas Hilirisasi hingga ke Sektor Pertanian dan Kelautan
Ganjar Pranowo komitmen perluas hilirisasi (Foto: Iqbal)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden dari Partai Perindo Ganjar Pranowo mengatakan hilirisasi menjadi faktor pendorong agar untuk peningkatan nilai tambah dari memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Ia pun berjanji akan memperluas hingga ke sektor pertanian dan kelautan.

Menurutnya, hilirisasi nikel sampai menjadi bateri tidak cukup untuk meningkatkan nilai tambah maupun mendongkrak perekonomian.

"Hari ini kita bicara hilirisasi sudah berjalan, tapi yang keluar baru nikel, padahal banyak sekali yang bisa kita hilirisasikan dari seluruh material yang kita miliki," kata Ganjar dalam acara Rembuk Ide The Habibie Center di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Ganjar menggambarkan, saat ini hilirisasi nikel jika berhasil dilakukan hingga menjadi produsen baterai bakal berdampak besar terhadap devisa negara. Pasalnya jika negara menjual ore nikel hanya dihargai 20 dolar AS, sedangkan jika dirubah menjadi Ferro nickel 100 dolar AS, sedangkan jika diolah menjadi material baterai maka mampu dijual 160 dolar AS.

"Kita sudah sampai baterai belum? Maka tugas saya menuntaskan hilirisasikan sampai selesai, belum selesai, maka berikutnya adalah industri pertanian, perkebunan, digital, yang mesti di hilirisasi semua," kata Ganjar.

Di sektor maritim, Ganjar memberikan contoh pengolahan hilir untuk ikan tenggiri. Secara sederhana, ikan tenggiri yang belum dikemas hanya dihargai sekitar Rp55/kg, sedangkan jika mampu mengemasnya dengan baik maka harganya bisa tembus Rp100/kg.

Kemudian di sektor perkebunan, dijelaskan Ganjar, misalnya untuk komoditas coklat. Jika dijual sebagai coklat kering harganya sekitar Rp25/kg, sedangkan jika diolah terlebih dahulu menjadi coklat kemasan harga bisa tembus Rp125/kg.

"Saya itu mau maju capres sudah berdiskusi panjang sekali dengan para pakar, sampai kami diskusikan birokrasi bersih, kami berdiskusi hilirisasi ekonomi, jadi itu yang dilakukan," ucap dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut