Tiga Tahun Jadi Bantalan Ekonomi, Mentan: Jangan Anggap Remeh Pertanian
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan sektor pertanian selama tiga tahun terakhir selalu hadir menjadi bantalan ekonomi.
Menurut dia, di saat banyak sektor mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19 sejak 2020, ditambah dampak perang Rusia-Ukraina sepanjang 2022 , sektor pertanian Indonesia terus tumbuh positif dan berkontribusi bagi PDB.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian menjadi sektor ke-3 tertinggi yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44 persen pada kuartal II 20222. Ini terlihat dari besaran distribusi dan andil pertanian yang mencapai 12,98 persen atau tumbuh sebesar 1,37 persen.
"Kita tahu bahwa semua negara mengalami trubulensi yang sama. Pandemi merebak ke seluruh dunia, begitu juga dampak perubahan cuaca atau climate change, belum lagi perang Rusia dan Ukraina. Namun pertanian Indonesia selalu hadir dan menjadi bantalan ekonomi. Jadi jangan anggap remeh pertanian," kata Syahrul, dalam keterangan, dikutip Sabtu (5/8/2022).
Stok Melimpah, Mentan Sebut Harga Cabai Sudah Turun
Dia mengungkapkan, sumber daya pertanian yang besar juga membuat Indonesia dikategorikan sebagai negara yang sangat kecil kemungkinannya mengalami mengalami resesi dengan angka yang diperkirakan hanya 3 persen. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan Srilangka yang berpeluang resesi sebesar 85 persen persen atau selandia Baru 33 persen.
"Saya melihat inflasi di sejumlah negara terus mengalami kenaikan. Di Uni Eropa mencapai 9,6 persen, Amerika 9,1 persen, Inggris, 8,2 persen, Korea 6,1 persen. Tapi di Indonesia, alhamdulillah masih terjaga di angka 4,4 persen," ungkap Syahrul.
Mentan menyebut salah satu faktornya adalah konsistensi pemerintah dan seluruh stakeholder dalam menjaga pasokak pangan yang cukup. Misalnya pada produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi 31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton. Disisi lain, ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.
Dia menjelaskan, sektor pertanian merupakan sumber daya yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia, apalagi bagi Indonesia di mana 270 juta jiwa membutuhkan makanan setiap harinya.
"Kita terus dorong penguatan sektor pertanian karena pangan tidak boleh berhenti. arahan Bapak Presiden meminta penguatan produksi pangan nasional, dan itu kita terus lakukan,” tutur Syahrul.
Editor: Jeanny Aipassa