Tingkatkan Daya Saing, Ini 7 Transformasi Modern Pos Indonesia
JAKARTA, iNews.id - PT Pos Indonesia terus melakukan transformasi untuk bertahan menghadapi perubahan dan krisis, serta meningkatkan daya saing di industri kurir dan logistik tanah air.
Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, mengatakan eksistensi Pos Indonesia yang telah memasuki usia 275 tahun, tidak terlepas dari kemampuan bertahan hidup dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
"Namun demikian, bertahan hidup saja tidaklah cukup, tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, kita ingin lebih baik dari para kompetitor, supaya Pos Indonesia menjadi pilihan utama bagi pelanggan dan masyarakat," ujar Faizal di Jakarta, Sabtu(11/9/2021).
Terkait dnegan itu, lanjutnya, Pos Indonesia mulai melakukan 7 transformasi moderen yang diterapkan mulai tahun ini. Ketujuh program transformasi tersebut adalah:
1. Business Transformation, diantaranya adalah integrasi financial platform dengan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) yaitu standarisasi pembayaran menggunakan metode QR code agar proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
2. Product and Channel Transformation, memperkenalkan kepada masyarakat dan pelanggan tentang layanan Pos melalui mobile apps baik untuk layanan jasa kurir dan juga untuk layanan jasa keuangan inklusi.
3. Proses Transformation, dengan melakukan simplifikasi proses operasi melalui digitalisasi New IPOS.
4. Technology Transformation, berupa digitalisasi dan otomatisasi administrasi perkantoran (e-Office), dimana saat ini kita telah menggunakan Nota Dinas Elektronik sebagai pengganti surat menyurat fisik yang lebih mempercepat proses penyampaian informasi, simple, dan efisien.
5. Human Resourch Transformation, dengan menerapkan New Performance Management System yang memberikan penilaian kepada karyawan yang terintegrasi dengan bisnis sehingga penilaian diberikan berbasis kinerja, transparan dan terbuka.
6. Organization Transformation, dengan melakukan restrukturisasi Regional dan UPT dengan pertimbangan kebutuhan bisnis yang membutuhkan percepatan dalam pengambilan keputusan untuk memenangkan persaingan.
7. Culture Transformation, bahwa Budaya Perusahaan adalah cerminan perilaku karyawan dan citra Perusahaan baik di lingkungan internal maupun eksternal Perusahaan yang dirumuskan dalam akronim AKHLAK yang merupakah singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
"Ketujuh program transformasi ini secara bertahap telah menampakkan hasil. Poin Product and Channel Transformation yang langsung dirasakan oleh Customer ini dibuktikan dengan diluncurkannya dua aplikasi mobile yaitu PosPay untuk Layanan Keuangan dan PosAja untuk layanan Kurir. Kedua aplikasi ini diharapkan dapat membatu memudahkan dan mendekatkan pelayanan Pos Indonesia kepada masyarakat," ujar Faizal.
Dia mencatat pada tengah tahun 2021 ini, pertumbuhan EBITDA Pos Indonesia sebesar 81 persen dan Net Income sebesar 720 persen.
Bekerja bagus (Good) saja, menurut dia, tidaklah cukup, apalagi bekerja biasa-biasa saja. Supaya bisa menang, bisa juara, harus Great yaitu harus melakukan hal besar “Good is not enough, you have to be Great”.
Pos Indonesia, sambung dia, adalah keluarga besar, termasuk semua Anak Perusahaan dan Afiliasi. Ini semua harus bergandengan tangan dengan erat mendorong perusahaan untuk maju.
Faizal pun menekankan bahwa harus ada sense of crisis, yaitu rasa berada pada situasi krisis, harus waspada, jangan terlena menghadapi situasi persaingan yang begitu ketat dan perubahan perilaku pelanggan yang semakin harus diberikan pelayanan terbaik.
"Saya yakin jika kita hadapi secara bersama-sama gerakan besar akan bisa kita lakukan menuju Pos Indonesia yang lebih baik, tentunya kita jangan lupa dengan nilai-nilai akhlak sebagai Budaya perusahaan sebagaimana saya sebutkan di atas," tutur Faizal.
Editor: Jeanny Aipassa