Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional, PNM Bekali Nasabah dengan Teknologi Digital
JAKARTA, iNews.id - Indonesia terus bangkit pascapandemi Covid-19, pemberdayaan UMKM juga terus berkembang ke ranah digital dalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Kementerian BUMN juga menekankan pentingnya UMKM dibantu untuk melakukan digitalisasi.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang merupakan anggota holding ultra mikro terus aktif dalam memberikan wawasan mengenai literasi keuangan dan digital.
Salah satunya melalui pendampingan dan pelatihan terhadap nasabah dengan harapan penggunaan digitalisasi ini bisa menjadi sarana promosi penjualan nasabah PNM Mekaar.
Sejak bergabungnya PNM ke dalam holding ultra mikro pada 2021, pihaknya terus mendorong nasabah untuk lebih melek digital dan meningkatkan jumlah pertumbuhannasabahnya secara bersamaan.
Dukung Pengembangan Usaha Ultra Mikro, PNM Ikuti 57th APEC SMEWG
Demi menunjang hal tersebut, semua holding ultra mikro telah mempersiapkan berbagai enabler, yaitu rekening Simpedes UMI, AgenBRILink Mekaar dan Senyum Mobile.
“Rekening Simpedes UMI telah disalurkan kepada lebih dari 13 juta nasabah PNM Mekaar yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan saldo yang telah mencapai Rp723 miliar pada akhir Triwulan I-2024," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, dengan alignment proses bisnis yang telah dilakukan, kini nasabah PNM Mekaar telah menerimapencairan pinjaman secara cashless dengan total Rp2,02 triliun pada akhir Triwulan I-2024.
Perkembangan Holding Ultra Mikro pada Q1-2024 tercermin dari 16.404.300 nasabah PNM Mekaar sudah berhasil melakukan pembukaan rekening Simpedes UMi. Tak hanya itu, sebanyak 199.988 ketua kelompok PNM Mekaar juga sudah mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi Agen BRILink Mekaar.
Kemudian, sebanyak 4.843 nasabah sudah membuka tabungan emas dari Pegadaian dan integrasi melalui aplikasi juga sudah mempermudah sebanyak 7.961.136 nasabah yang melakukan pembukaan simpedes UMI melalui aplikasi MekaarDIGI.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi optimistis, nasabah PNM Mekaar akan mampu untuk lebih memahami kegiatan keuangan secara digital, dan pelan-pelan akan meninggalkan cara konvensional.
“Ekosistem cashless terus kami genjot untuk mendorongnasabah naik kelas. Tentu harus dimulai dengan pemahaman para nasabah tentang apa itu keuangan digital dan dilanjutkan dengan inklusinya,” katanya.
Arief juga mendorong ketua kelompok nasabah PNM Mekaaruntuk dapat membentuk ekosistem agar dapat ciptakan nilai lebih pada ekonomi dan sosial.
“Selain pelatihan, pada kesempatan yang sama, ketua kelompok nasabah PNM Mekaar juga dijadikan sebagai agen BRILink Mekaar. Anggota kelompok nantinya dapat melakukan transaksi seperti pembelian pulsa, pencairan dan transaksi keuangan lainnya melalui ketua kelompok masing-masing," ujarnya.
Editor: Rizqa Leony Putri