Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BREAKING NEWS: Prabowo Cairkan Bonus Atlet SEA Games 2025, Total Rp465 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Tinjau Pembangunan KEK Kesehatan Bali, Erick Thohir: Tidak Semua BUMN Karya Jelek

Kamis, 06 Juli 2023 - 21:30:00 WIB
 Tinjau Pembangunan KEK Kesehatan Bali, Erick Thohir: Tidak Semua BUMN Karya Jelek
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (tengah), saat meninjau pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, di Bali, Kamis (6/7/2023). (Foto: istimewa) 
Advertisement . Scroll to see content

BALI, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan tidak semua BUMN Karya jelek atau berkinerja buruk. Pernyataan itu, disampaikan Erick Thohir saat meninjau pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, di Bali, Kamis (6/7/2023). 

Menurut dia, sejumlah kinerja positif telah ditorehkan BUMN Karya, melalui pembangunan berbagai proyek strategis, salah satunya adalah KEK Kesehatan Sanur, yang akan menjadi pusat layanan kesehatan kelas dunia dan magnet pariwisata baru melalui konsep medical and wellness tourism. 

Saat ini, proses pembangunan rumah sakit (RS) berstandar internasional, Bali International Hospital (BIH) dan revitalisasi Hotel Grand Inna Bali Beach sedang berlangsung dan ditargetkan rampung akhir tahun 2023. 

Hal ini menjadi buah kerja sama antara holding BUMN pariwisata dan pendukung atau InJourney dengan 2 BUMN karya, yakni PT Nindya Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP.

"InJourney membangun kawasan, tidak sepotong-sepotong, lalu di sini juga BUMN karya, jadi tidak semua BUMN karya jelek, bagus BUMN karya yang ini, ada Nindya Karya dan PTPP," ujar Erick. 

Dengan nilai investasi sebesar Rp1,4 triliun, Erick mengatakan, Nindya Karya dan PTPP mampu merevitalisasi Hotel Grand Inna Bali Beach dan exhibition atau tempat pertemuan terbesar di Bali. Hotel Grand Inna Bali Beach akan soft opening pada September 2023 dan beroperasi penuh pada awal 2024. 

"Sementara, exhibition atau area meeting ini jadi yang terbesar di Bali, bisa menampung 5.000 orang dengan 20 ruang meeting, terbagus dan terbesar di Bali. Bahkan ada yang sudah pesan untuk lima tahun ke depan untuk medical conference," ungkap Erick. 

Menteri BUMN menilai keberhasilan Nindya Karya dan PT PP patut mendapatkan apresiasi dalam meningkatkan layanan kesehatan dan daya saing sektor kesehatan Indonesia di kancah internasional. 

"Kadang-kadang kita selalu terbelenggu dengan utang-utang. Total utang BUMN itu Rp 1.600 triliun, modalnya Rp 3.200 triliun. Jadi kalau kita usaha biasanya utangnya 70 persen, modalnya 30 persen, ini kebalik, utang cuma 34 persen utang, modalnya yang 66 persen," kata Erick. 

Dia menyampaikan, BUMN karya dengan segala tantangan tetap berkomitmen melakukan pembangunan untuk meningkatkan perekonomian bangsa dan juga menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini yang terkadang luput dari perhatian banyak pihak terhadap upaya BUMN karya dalam mengemban misi mulia tersebut. 

"Contoh ini total proyek Rp 1,4 triliun, jadi hotel dan exhibition center dan yakin untung karena membuat sesuatu terobosan, membuat kawasan khusus ekonomi kesehatan pertama. Inilah kalau mau kompetisi dengan negara-negara Asia Tenggara kita harus punya sebuah proyek yang nyata dan punya nilai jual," tutur Erick.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut