Tips Memulai Investasi di Usia 30-an
JAKARTA, iNews.id - Bagi yang akan berinvestasi di usia 30-an, itu bukan hal buruk. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali karena memiliki investasi sangat penting untuk mencapai berbagai tujuan di masa depan.
Namun, tentunya investasi yang dilakukan juga berbeda berdasarkan usia, kebutuhan hidup, dan tujuan yang ingin dicapai. Nah, kalau baru mulai berinvestasi di usia 30-an, mungkin sebagian akan bingung harus mulai dari mana.
Perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, jika ingin memulai berinvestasi, hal pertama yang dilakukan adalah memastikan tujuan dari investasi tersebut.
“Setiap memutuskan mau investasi apa, maka kita harus tahu dulu untuk apa berinvestasi. Jawabannya adalah impian yang ingin kamu dan pasangan wujudkan di masa depan,” tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, dikutip Rabu (13/10/2021).
Setelah itu, kenali diri sendiri. Aset investasi yang dipilih harus sesuai dengan tujuan keuangan dan pastinya sesuai dengan kepribadian Anda.
“Kenali profil risikomu, apakah konservatif, moderator, atau agresif? Minat atas risikonya, apakah kamu prefer aman meski hasil biasa aja atau harus tinggi tapi berani jantungan? Toleransi risikomu, artinya seberapa jauh bisa bertahan jika hasilnya di bawah ekspetasi?” ujar Prita.
Karena itu, kata Prita, sebelum memulai investasi, diharapkan Anda sudah bisa mengelola pinjaman dan memiliki dana darurat. Adapun dana darurat yang dianjurkan, yakni dengan jumlah minimal 3 kali dari pos living.
“Punya dulu dana darurat minimal 3x pos living, baru pararel jalan bareng investasi,” ucapnya.
Setelah mengetahui tujuan berinvestasi, saran dia, hitung kebutuhan investasinya. Adapun jumlah ideal yang digunakan untuk menabung dan berinvestasi adalah 10 persen dari penghasilan setahun. Namun, jika jumlahnya bisa lebih besar akan lebih baik.
Terakhir, memilih aset investasi. Prita mengatakan, jenis investasi yang ada saat ini memang cukup banyak. Nah, jJika Anda mempunyai tujuan tertentu, lebih baik memakai satu investasi untuk satu tujuan. Namun, untuk membangun aset aktif supaya pensiun nyaman, menurutnya, investasi yang dipiih sebaiknya berbentuk portofolio.
“Apapun pilihannya, please don’t choose money game! Kalau masih pemula banget, mulai dari investasi emas dan reksa dana pasar uang. Nah, baru deh bisa naik kelas ke reksa dana lainnya, SBN Ritel, bahkan saham. Untuk sudah jago, opsi pendanaan fintech lending juga menarik banget!” tutur Prita.
Dia menambahkan, perencanaan investasi yang baik seharusnya didasarkan oleh tujuan keuangan. Anda bisa menetapkan dahulu apa tujuan yang dimiliki, misalnya untuk setahun ke depan, lima tahun ke depan, atau bahkan lebih dari 10 tahun mendatang. Setelah itu, barulah mencari aset investasi yang sesuai untuk membantu meraih impian yang diinginkan.
“Pesanku: No ketakutan, No terlalu rakus, dan No ikut-ikutan,” kata dia.
Editor: Jujuk Ernawati