Tol Jogja-Bawen Dibangun Agustus 2021, Dikerjakan Lima BUMN
MAGELANG, iNews.id - Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen memasuki tahap konstruksi tahun depan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan memimpin konsorsium BUMN yang mengerjakan proyek tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono bersyukur perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) proyek itu diteken. Dengan begitu, Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar) akan terhubung dalam satu kawasan.
"Seperti halnya infrastruktur lainnya pada periode kedua Bapak Jokowi ini kita teruskan dengan menghubungkan dan memanfaatkan infrastruktur yang sudah kita bangun lima tahun lalu, ini salah satunya, Trans Jawa dari Bawen ke Jogja, dari Solo ke Jogja," ujar Basuki di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11/2020).

Basuki mengatakan, konstruksi Tol Jogja-Bawen dapat dimulai Agustus 2021. Dia meminta jalan tol tersebut langsung dikerjakan tanpa prosesi pelatakan batu pertama (groundbreaking).
"Jadi udah nggak ada seremonial-seremonial kaya ini, kalau mau mulai, mulai. Nanti kita tinjau sudah jalan atau belum tapi tidak harus dengan groundbreaking," ucapnya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit menambahkan, pembangunan jalan tol ini menjadi pendorong pemerataan ekonomi sekaligus mendukung program strategis pariwisata super prioritas Candi Borobudur.
Danang menjelaskan, Tol Jogja-Bawen telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Jalan tol ini melintasi dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan DIY dengan panjang 75,82 kilometer.
"Masa pengusahaan selama 40 tahun sejak surat perintah mulai kerja. Dengan nilai investasi sebesar Rp14,2 triliun dan diperkirakan internal rate of return (IRR) 12,48 persen," ucapnya.
Tol Jogja-Bawen akan dibangun oleh konsorsium PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) sebagai pemenang lelang. Konsorsium tersebut terdiri atas Jasa Marga sebagai pemegang saham mayoritas 60 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12,5 persen, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar 12,5 persen, PT PP (Persero) Tbk sebesar 12,5 persen dan PT Brantas Abipraya (Persero) 2,5 persen.
Seluruh pihak tersebut telah menandatangani PPJT, Perjanjian Penjaminan, dan Perjanjian Regres dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Jalan Tol yang ibagi dalam enam seksi tersebut ditargetkan rampung Juli 2023.
Editor: Rahmat Fiansyah