Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panas! Iran Akan Usir Atase Pertahanan Negara-Negara Uni Eropa
Advertisement . Scroll to see content

Uni Eropa Lobi AS untuk Tarif Impor Baja dan Alumunium

Sabtu, 10 Maret 2018 - 19:09:00 WIB
Uni Eropa Lobi AS untuk Tarif Impor Baja dan Alumunium
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Perang dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) dapat dihindari melalui perundingan ekonomi oleh perwakilan pejabat negara di Brussels akhir pekan ini. Hal ini menyikapi kebijakan tarif impor baja dan alumunium oleh Presiden AS Donald Trump yang berpotensi memicu perang dagang.

Demikian Menteri Perekonomian Jerman Brigitte Zypries mengatakan pada hari Sabtu (10/3/2018), dilansir dari Reuters.

Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif impor pada hari Kamis sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen pada aluminium. Namun, kebijakan itu ditentang banyak negara, terutama dari Uni Eropa dan Jepang.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dijadwalkan bertemu dengan kepala perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom dan secara terpisah dengan Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko pada hari Sabtu untuk membicarakan urgensi tarif impor yang bisa memicu perang perdagangan global.

Zypries mengatakan, sejauh ini tidak ada tarif yang diberlakukan dan terlalu dini untuk membicarakan potensi perang dagang. "Tapi kami telah mencapai situasi di mana pertempuran awal menjadi serius," katanya.

Zypries menyebutkan, Malmstrom dari Uni Eropa berusaha menyelesaikan perselisihan tersebut melalui perundingan.

"Masih ada pembicaraan terus berlanjut, banyak hal berubah, jadi ini dapat dikatakan masih soal diplomasi dan bukan perang," ujar Zypries.

Dia mengatakan, tarif yang diusulkan oleh Trump akan melanggar peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Jerman akan berkoordinasi dengan Komisi Eropa mengenai respons ke depan jika Presiden AS itu mendorong kebijakan itu.

"Tentu saja, kita harus mengambil tindakan terhadapnya di WTO. Dan di samping itu, kita harus memikirkan tindakan balasan," katanya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut