Usai Pertemuan Mahathir dan Nadiem, Gojek Diizinkan Beroperasi di Malaysia
PUTRAJAYA, iNews.id - Pemerintah Malaysia akhirnya mengizinkan Gojek beroperasi di negaranya. Keputusan ini selang dua hari setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad bertemu dengan CEO & Founder Gojek, Nadiem Makarim.
Menteri Pembangunan dan Usahawan Malaysia, Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof menyebut, kabinet sepakat memberikan lampu hijau kepada Gojek untuk beroperasi. Kesimpulan itu diperoleh setelah pertemuan para menteri digelar kemarin.
"Ada lampu hijau (dari kabinet) untuk diperincikan dalam bentuk membuka ruang dan undang-undang supaya proses yang kita nak laksanakan ini tidak melanggar undang-undang sedia ada," katanya dilansir Astro Awani, Rabu (21/8/2019).
Rezuan mengatakan, regulasi tersebut akan dimatangkan oleh Menteri Belia dan Sukan Syed Abdul Rahman dan Menteri Pengangkutan Anthony Loke. Regulasi ini penting sebagai payung hukum bagi Gojek untuk beroperasi secara legal di Negeri Jiran.
Dia memperkirakan, regulasi ini akan selesai dalam waktu satu atau dua bulan ke depan. Dia memastikan pemerintah Malaysia akan berhati-hati agar bisnis yang berkaitan dengan anak muda tidak bertentangan dengan aturan.
Sebelumnya, CEO & Founder Gojek Nadiem Makarim dan koleganya melakukan pertemuan maraton dengan pejabat Malaysia. Selain Mahatir, Nadiem dan kawan-kawan bertemu dengan Syed Abdul Rahman dan Anthony Loke. Pertemuan itu guna membahas kemungkinan layanan Gojek beroperasi di Malaysia.
Dikutip dari KR-Asia, keputusan pemerintah Malaysia mendapat kritikan karena dinilai lebih akomodatif terhadap perusahaan asing seperti Gojek. Sebelumnya, perusahaan ride-hailing lokal, Dego Ride dilarang beroperasi dengan alasan keamanan pada Maret 2017.
Editor: Rahmat Fiansyah