Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Pangan Hari Ini, Bawang hingga Daging Sapi Melonjak di Momen Nataru
Advertisement . Scroll to see content

Virus Penyakit Mulut dan Kuku Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Pasaran

Kamis, 12 Mei 2022 - 18:44:00 WIB
Virus Penyakit Mulut dan Kuku Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Pasaran
Jappdi menyampaikan, virus penyakit mulut dan kuku (PMK) tak mempengaruhi harga daging sapi di pasaran. (Foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Sapi Indonesia (Jappdi) Asnawi menyampaikan, virus penyakit mulut dan kuku (PMK) tak mempengaruhi harga daging sapi di pasaran. Menurutnya, hingga hari ini tidak ada laporan kenaikan harga yang disebabkan virus tersebut. 

"Kalau saat ini (perubahan harga daging) belum terjadi karena wabah PMK," ujar Asnawi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (12/4/2022).

Asnawi menambahkan, daging sapi yang disembelih dari hewan ternak yang terjangkit PMK masih aman dikonsumsi. Namun, dengan catatan harus melalui proses perebusan dengan air panas bersuhu 95 derajat celcius selama 15-30 menit. 

"Jadi, artinya daging sapi yang terjangkit PMK ini masih aman dikonsumsi oleh masyarakat apabila proses memasaknya dengan tingkat panas 95 derajat celcius dalam waktu minimal 15 menit dan maksimal 30 menit. Dengan proses ini, semua bakteri yang ada di daging itu akan mati dengan sendirinya," kata dia.

Dia juga menegaskan bahwa penyakit hewan ternak ini tidak berbahaya pada manusia. Sebab, penularan hanya terjadi antar hewan ternak saja. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan. 

"Edukasi kepada masyarakat perihal ini sangat penting. PMK ini tidak menakutkan dan tidak menularkan manusia," ucapnya.

Asnawi turut mengapresiasi sikap pemerintah yang bergerak cepat dalam menangani virus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Dia juga setuju dengan intruksi Presiden yang melarang hewan ternak berasal dari wilayah terpapar untuk masuk ke wilayah bebas virus tersebut untuk menanggulangi penyebaran. 

"Saat ini pihak-pihak kesehatan hewan tengah serius menangani hal ini tanpa kenal lelah. Presiden juga sudah memberikan instruksi daerah yang terjangkut wabah PMK ini tidak boleh mengeluarkan satu pun hewan ke daerah lain," tuturnya.

Untuk diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menetapkan dua daerah yang diserang wabah PMK pada hewan ternak yaitu Kabupaten Aceh dan Kabupaten di Jawa Timur. 

Untuk Kabupaten Aceh yakni Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara Jawa Timur terdiri dari Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Syahrul juga menerangkan bahwa pemerintah melakukan tiga langkah antisipasi untuk hal ini, yaitu langkah darurat dengan turun langsung mengintervensi melalui lokalisasi wabah agar tidak semakin menyebar, dan juga dengan mendistribusikan obat-obatan, vitamin, antibiotik, serta menyiapkan vaksin.

Langkah kedua yang dilakukan yaitu pengendalian agar wabah penyakit mulut dan kuku tidak semakin menyebar dan virusnya tidak bermutasi. Sedangkan langkah ketiga yaitu dengan melakukan pemulihan pada hewan ternak di Indonesia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut