Warga Inggris Panic Buying akibat Korona, Supermarket Bikin Pengumuman di Koran
LONDON, iNews.id - Wabah virus korona COVID-19 memicu warga Inggris melakukan aksi belanja besar-besaran (panic buying) stok bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga. Situasi itu menciptakan gangguan pada distribusi barang.
Perusahaan jaringan ritel yang mengoperasikan supermarket termasuk Tesco, Sainsbury's dan Waitrose, menulis surat bersama kepada pelanggan yang meminta mereka untuk tidak panik dalam berbelanja. Surat itu diumumkan di surat-surat kabar.
"Kami butuh bantuan Anda, kami minta semua orang untuk berbelanja dengan lebih bijak. Stok bahan makanan akan cukup untuk semua orang jika kita semua bekerja sama." tulis pengumuman tersebut yang dimuat di koran-koran pada Minggu dan Senin.
Toko-toko supermarket di Inggris telah dibanjiri pembeli dalam seminggu terakhir. Mereka panik dan membeli banyak sekali produk seperti tisu toilet, dan stok makanan tahan lama seperti pasta dan makanan kaleng.
Aksi panic buying tersebut tak hanya terjadi di toko. Situs pembelian online supermarket juga down akibat tingginya permintaan dan waiting list untuk pengiriman barang.
Supermarket besar di Inggris, Morrisons mulai Senin (16/3/2020) memberlakukan "batas maksimal pembelian " untuk produk-produk tertentu yang tinggi permintaan. Hal tersebut dilakukan untuk mengembalikan stok seperti semula.
Jaringan supermarket Waitrose akan memperkuat stafnya dengan mengarahkan 500 karyawan dari department store John Lewis. Kedua usaha ini berada di bawah naungan induk yang sama
"Sudah biasa bagi kami untuk meminta mitra di kantor pusat untuk secara sukarela membantu di toko-toko kami. Ini adalah langkah yang benar untuk dilakukan untuk memastikan kami terus memberikan layanan yang baik bagi pelanggan kami" kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Helen Dickinson, Kepala British Retail Consortium (BRC), mengatakan supermarket bekerja sangat keras untuk menjaga toko-toko tetap melakukan pengiriman agar berjalan semulus mungkin. Permintaan seperti hari ini belum pernah terjadi sebelumnya sebagai akibat dari pandemic virus korona.
Editor: Rahmat Fiansyah