WIKA Gedung Bagikan Dividen Tunai Rp56,67 Miliar
JAKARTA, iNews.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (IDX: WEGE) akan membagikan dividen sebesar Rp56,57 miliar atau setara dengan Rp5,91 per lembar saham. Dividen ini berasal dari laba bersih yang diperoleh pada semester II-2017.
"Dividen tersebut merupakan bagian laba bersih per Juli-Desember 2017 sebesar Rp188,47 miliar, sedangkan laba bersih Januari-Juni 2017 telah dikapitalisasi menjadi modal disetor," kata Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (26/3/2018).
Pada tahun lalu, total laba bersih yang diperoleh Wika Gedung mencapai Rp295,75 miliar, tumbuh 106,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan demikian, rasio pembayaran dividien (dividend payout ratio) perusahaan sekitar 19 persen. Sementara, jika harga saham Wika Gedung hari ini ditutup di level Rp266 per lembar, maka nilai dividen per saham sebesar 2,22 persen.
Ia mengemukakan selain penetapan penggunaan laba bersih 2017, RUPST juga membahas perubahan susunan pengurus perseroan. Para pemegang saham menunjuk Gandira Gutawa sebagai Komisaris Wika Gedung.
"Untuk jajaran direksi tidak ada perubahan, sedangkan susunan jajaran komisaris diputuskan ada penambahan anggota komisaris baru yakni Gandira Gutawa," ujarnya.
Sebelumnya Gandira menjabat sebagai Komisaris Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk (IDX: WTON). Dengan kehadiran, Gandira maka total jumlah komisaris di Wika Gedung menjadi empat orang.
Dalam kesempatan itu, Nariman juga mengemukakan hingga pekan ketiga Maret 2018, perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp2,29 triliun dari 10 proyek.
Dia berharap pada 2018 perseroan dapat memperoleh kontrak dihadapi sebesar Rp16,59 triliun atau naik 28,2 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Total kontrak dihadapi terdiri dari kontrak baru Rp7,83 triliun dan pengalihan (carry over) dari 2017 sebesar Rp8,76 triliun.
"Komposisi perolehan kontrak baru 2018 direncanakan berasal dari pemerintah sebesar 30 persen, BUMN 30 persen, dan sisanya berasal dari swasta," katanya.
Dalam rangka mendukung target kontrak baru itu, lanjut dia, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp668 miliar.
Terkait aliran dana (cash flow) perusahaan, Direktur Keuangan Wika Gedung Abiprayadi Riyanto memaparkan per 31 desember 2017, Wika Gedung membukukan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp636,5 miliar yang berasal dari pencairan piutang serta pembayaran uang muka dari pelanggan.
"Kondisi keuangan itu mencerminkan fundamental Wika Gedung yang sehat dan tumbuh. Arus kas positif juga menunjukan bahwa operasi perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup untuk membayar dividen dan investasi baru," ujarnya.
Editor: Rahmat Fiansyah