Membedah Visi Perdagangan Global Xi Jinping & Donald Trump di KTT APEC

Isna Rifka Sri Rahayu · Sabtu, 11 November 2017 - 18:41:00 WIB
Membedah Visi Perdagangan Global Xi Jinping & Donald Trump di KTT APEC
Donald Trump dan Xi Jinping saat bertemu di Beijing, China (Foto: AFP)

DANANG, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memiliki visi berbeda dalam mewujudkan perdagangan global yang ideal di masa depan. Hal itu terlihat dalam pidato masing-masing di KTT APEC, Danang, Vietnam.

Dalam pidatonya, Trump menjelaskan bahwa AS tidak menoleransi penyalahgunaan yang terus menerus, yang sangat berpotensi terjadi di perdagangan bebas. Sementara Xi berpendapat bahwa globalisasi tidak dapat dibendung lagi.

KTT APEC merupakan momentum yang tepat untuk menentukan visi perdagangan global ke depan karena organisasi ini beranggotakan 21 negara di Asia dan Pasifik yang menguasai 60 persen dari gross domestic product (GDP) dunia.

Sejak menjabat, Trump berjanji menarik AS keluar dari kesepakatan Trans-Pasific Partnership (TPP). Pasalnya, kesepakatan TPP dianggap merugikan kepentingan ekonomi AS.

Dalam pidatonya, Trump mencela Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang dianggapnya tidak berfungsi dengan baik karena membiarkan anggotanya yang tidak mengikuti aturan. Dia memprotes ketidakstabilan dan ketidakadilan perdagangan.

Menurut dia, AS telah mengevaluasi regulasi yang membatasi pasar dan menghentikan tarif ketika negara-negara lain tidak melakukannya.

"Praktik semacam itu menyakiti banyak orang di negara kita," ungkapnya, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (11/11/2017).

Dia menegaskan, AS hanya membuat kesepakatan bilateral dengan mitra Indo-Pasifik mana pun yang mematuhi perdagangan timbal balik yang adil serta atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan.

Trump menghadiri APEC sebagai bagian dari tur 12 harinya di Asia. Ketika melawat ke Beijing, dia telah membahas ketidakseimbangan perdagangan besar antara Amerika dengan China. Namun Trump menegaskan dia tidak menyalahkan China karena mengambil keuntungan lebih besar dibandingkan Amerika.

Setelah Trump, Xi Jinping naik ke podium untuk mendukung negaranya sebagai pemenang dari perdagangan dunia. Globalisasi, katanya, merupakan tren sejarah yang tidak dapat diubah, namun filosofi di balik perdagangan bebas perlu diganti agar lebih terbuka, lebih seimbang, lebih adil, dan lebih bermanfaat bagi semua.

Kontras dengan Presiden Trump, Xi membela kesepakatan perdagangan multilateral yang menurutnya dapat membantu negara miskin untuk mendapatkan keuntungan. "Kita harus mendukung rezim perdagangan multilateral dan membuka regionalisme terbuka untuk memungkinkan anggotanya lebih berkembang, memperoleh keuntungan lebih dari perdagangan dan investasi," tutur Xi.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda