Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirut BEI Mundur, Purbaya: Tanggung Jawab dari Kesalahan Fatal
Advertisement . Scroll to see content

5 Kesalahan Manajemen Keuangan di Usia 30-an yang Perlu Diwaspadai

Selasa, 29 Maret 2022 - 14:07:00 WIB
5 Kesalahan Manajemen Keuangan di Usia 30-an yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi manajemen keuangan. (Foto/Ilustrasi: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id- Kesalahan manajemen keuangan di usia 30-an sering menimbulkan penyesalan. Pasalnya, karena tidak bisa mengatur keuangan dengan baik alhasil rencana masa depan kamu belum dapat terwujud. 

Sebagian besar kesalahan manajemen keuangan di usia 30-an disebabkan gaya hidup yang tak terkontrol karena merasa sudah memiliki penghasilan sendiri sehingga bebas digunakan. 

Banyak orang berpendapat bahwa usia 30-an tahun merupakan gerbang awal untuk menata hidup. Pada fase inilah kamu dituntut untuk memiliki strategi dalam kehidupan termasuk urusan keuangan. Namun seringkali kesalahan mengatur keuangan di masa muda membuat Anda baru menyesal saat usia sudah menginjak 30-an.

Berikut beberapa kesalahan manajemen keuangan di usia 30-an yang perlu diwaspadai agar tak menyesal di kemudian hari:

1. Kalap Gunakan Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit siapa yang tidak tergiur. Ketika ingin membeli ini itu tinggal gesek, barang pun didapat. Apalagi saat ini semakin banyak promo-promo agar kamu terus menggunakan kartu kredit.

Hal yang perlu diingat adalah ketika kamu menggesek dengan kartu kredit sejatinya kamu telah berhutang. Ada hutang pokok dan tentunya ada bunga yang harus kamu bayar juga.

Bagi kamu yang memiliki sifat konsumtif terlalu tinggi harus menjadi peringatan. Jangan sampai hutangmu menumpuk dan kamu tidak sanggup membayarnya.


2. Tidak Bisa Menabung

Kadang untuk memenuhi kebutuhan kita yang banyak sampai-sampai kita lupa menabung. Apalagi untuk kamu yang berusia 30 tahun dan telah berkeluarga tentunya akan banyak pengeluaran dibanding saat kamu masih bujangan.

Padahal dengan menabung kamu memiliki dana cadangan yang bisa digunakan dalam waktu tertentu. Untuk itu, belum terlambat jika ingin menabung di usia 30an ini.

3. Tidak Ada Batasan Dana Senang-senang

Masa muda memang harus dinikmati. Itu sebabnya, ketika memiliki penghasilan sendiri, anak muda cenderung menggunakannya untuk bersenang-senang atau membeli barang-barang yang dulu hanya bisa diimpikan. 

Mulai dari nongkrong di kafe yang viral, travelling ke destinasi populer, membeli sepatu, tas, hingga kosmetik dan skin care, tanpa disadari dapat menghabiskan penghasilan kamu. 

Itu sebabnya saat menginjak usia 30-an, kami kemungkinan belum memiliki aset, seperti kendaraan atau rumah, karena sebagian besar penghasilan dihabiskan untuk pleasure. 

Agar hal ini tidak menjadi penyesalan, mulailah membuat batasan dana senang-senang, misalnya hanya sebesar 15 persen dari penghasilan atau gaji kamu. Jangan pernah melewati batasan dana senang-senang tersebut, apalagi sampai berutang hanya demi belanja kosmetik dan skin care ataupun liburan.  

4. Tidak Ada Dana Darurat

Hampir mirip seperti tabungan, namun dana darurat bisa digunakan saat kondisinya betul-betul darurat. Banyak mereka usia 30-an yang tidak memiliki dana darurat. Alhasil begitu ada kebutuhan mendesak ia harus menutupinya dengan berhutang kepada pihak lain. 

Kamu bisa memulainya dengan menyisihkan 10 persen dari gaji untuk menyimpannya di rekening bank atau reksadana atau yang lainnya sebagai dana darurat.

5. Berinvestasi Terlalu Konservatif

Guna menggapai cita-cita dan rencana, kamu harus memiliki investasi. Namun saat ini masih banyak kalangan yang menggunakan strategi konservatif. Contohnya saja ia menabung di deposito yang memberikan imbal hasil lebih rendah untuk investasi dana sekolah anak.

Melihat dari tingkat inflasi, investasi konservatif justru membuatmu merugi. Hindari kesalahan ini dengan membenahi strategi investasi kamu. 
Sebagai gambaran, untuk tujuan keuangan jangka panjang yang ingin kamu wujudkan di atas 10 tahun, seperti dana kuliah anak, sebaiknya Anda memilih reksadana saham atau saham. 

Sementara itu, bagi  tujuan jangka pendek, seperti dana liburan tahunan, kamu dapat memanfaatkan instrumen konservatif seperti tabungan rencana atau reksadana pasar uang.

Itulah kesalahan manajemen keuangan di usia 30-an yang perlu diwaspadi. Semoga kamu tetap dapat mengatur keuanganmu dengan baik.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut