Bank BNI Jajaki Kerja Sama dengan Alipay, WeChat Pay, dan Liquid Pay
JAKARTA, iNews.id - Kompetisi bisnis sistem pembayaran makin ketat. Sejumlah perusahaan raksasa asing akan masuk ke dalam medan persaingan yang selama ini didominasi oleh Go-Pay dan OVO.
Direktur Manajemen Risiko PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bob Tyasika Ananta mengatakan, Bank BNI tengah menjajaki kerja sama dengan WeChat Pay, Alipay, dan Liquid Pay. Dua perusahaan teknologi pembayaran berasal dari China sementara yang terakhir berbasis di Singapura.
Bob mengatakan, kerja sama dengan ketiga perusahaan tersebut belum final karena masih mempelajari model bisnisnya. Dia menyebut, belum diketahui siapa yang akan menjadi mitra dalam penjajakan itu, apakah hanya satu, dua atau semuanya.
"Belum ada persis targetnya sih tapi yang pasti harapannya kalo di November ini bisa semuanya review oke," kata Bob di Jakarta, Selasa (6/11/2018).
Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu, BNI telah mengadakan uji coba (piloting) pembayaran dengan WeChat Pay di Bali. Selama masa uji coba, pengguna dapat membayar lewat aplikasi tersebut dengan merchant-merchant yang bekerja sama dengan Bank BNI. "Yang di Bali itu piloting dan sekarang sudah tidak," ujarnya.
Bob menyebut, pelaksanaan uji coba itu sudah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, perizinan sedang diproses secara paralel dengan negosiasi bisnis BNI dan ketiga perusahaan tersebut.
"Intinya kita mengedepankan aspek governance. Kalau kemudian izin dari regulatornya belum selesai ya kita enggak jalan," ucapnya.
Menurutnya, Bank BNI ingin menangkap peluang bisnis dari banyaknya wisatawan China yang masuk ke Indonesia. Banyak dari mereka sudah menggunakan uang nontunai dalam sehari-hari. Dia mengaku belum bisa menakar potensi keuntungan yang diperoleh dari bisnis ini.
"Kalau kemudian jumlahnya berapa saya belum tahu persis detailnya. Tapi di situ memang adalah perputaran-perputaran pembayaran yang terjadi di domestik tapi kemudian belum sepenuhnya ditangkap oleh perbankan nasional," tuturnya.
Editor: Rahmat Fiansyah