Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luncurkan Skuad Lengkap, Jakarta Livin' by Mandiri Siap Tancap Gas di Proliga 2026
Advertisement . Scroll to see content

Bank Mandiri Berbenah Turunkan NPL di Bawah 3 Persen

Selasa, 06 Februari 2018 - 21:49:00 WIB
Bank Mandiri Berbenah Turunkan NPL di Bawah 3 Persen
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk saat laporan kinerja tahun 2017 (Foto: iNews.id/Isna)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun ini sedang fokus untuk menurunkan kredit bermasalah (NPL) sampai di bawah 3 persen. Sementara pada 2019 baru akan dilakukan aksi korporasi untuk melebarkan sayapnya melalui ekspansi bisnis.

"Kita diminta untuk slow down dulu unorganik, fokus turunkan NPL 3 persen. 2018 masih penyelesaian NPL, 2019 baru ada aksi korporasi," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo setelah konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Sebab, saat ini korporasi sudah berada di titik yang positif meski pada 2015-2017 banyak restrukturisasi. "Memang 2015-2017 itu banyak restrukturisasi di korporasi, terutama yang terkena dampak komoditas. Kita liat semakin banyak yang sehat," ucapnya.

Bahkan perusahaan batubara sudah mulai berminat untuk melakukan ekspansi lagi sehingga akan ada permintaan kredit, terutama kredit investasi. Namun yang menjadi tantangan di tahun ini adalah bagaimana mendorong konsumsi di sektor consumer goods.

"Jadi memang segmen consumer goods sama properti yang memang agak landing. Sektor komoditas sudah mulai bagus, apalagi CPO (minyak kelapa sawit) dan infrastruktur itu sudah lari," ujarnya.

Demi menyelesaikan NPL tersebut, sementara ini Bank Mandiri harus menahan beberapa keinginannnya dalam aksi korporasi untuk ditunda sampai 2019. Misalnya dengan mengakuisisi dua bank asal Filipina yang rencananya proses pengakuisisian akan selesai pada tahun ini.

Ia melanjutkan, penundaan aksi koorporasi lainnya seperti rencana pencatatan saham perdana (IPO) anak usaha perseroan yaitu, Bank Mandiri Syariah. “Mandiri Syariah akan IPO paling cepat pada 2019, kita tunggu sampai ROE-nya (return of equity) di atas 10 persen,” ucapnya.

Begitu pun dengan Mandiri Utama Finance yang juga akan IPO di tahun 2019 mendatang. Saat ini, pihaknya tengah mencapai kapitalisasi pasar Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun. “Tahun lalu market cap-nya masih di bawah Rp2 triliun. Kita ingin ketika IPO, valuasi dan market cap sudah memadai,” kata dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut