BCA Matangkan Rencana Akuisisi 2 Bank Tahun Ini
JAKARTA, iNews.id - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk memberi sinyal akan melakukan akuisisi dua bank sekaligus di tahun ini. Perseroan sendiri telah menyiapkan dana segar hingga triliunan rupiah untuk proses akuisisi tersebut.
Manajemen BCA belum bisa memberikan keterangan yang detail terkait pelaksanaan akuisisi dua bank tersebut. Manajemen menyatakan, rencana akuisisi tersebut sudah sempat digaungkan selama tiga tahun terakhir.
Namun, kondisi yang ada di lapangan belum sangat kondusif sehingga manajemen mengurungkan niatnya. Nantinya, dua bank tersebut akan dilebur menjadi satu sehingga anak perusahaan BCA akan bertambah lagi.
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, dana yang disiapkan untuk mengakuisisi dua bank tersebut sebesar Rp4,5 triliun. Dana tersebut selain digunakan untuk akuisisi akan digunakan juga untuk suntikan modal ke anak perusahaan.
"Sementara kita sediakan Rp4,5 triliun termasuk juga itu ada kebutuhan anak-anak perusahaan kalau ada dana tambahan modal kita siap,” kata Jahja di Jakarta, Rabu (7/2/2018).
Sebagai informasi, rencana akuisisi tersebut sejatinya segera diakselerasi di semester kedua tahun lalu. Namun, belum diketahui secara pasti alasan perseroan memundurkan rencana tersebut. Namun, isu yang mengemuka, ada tiga bank yang menjadi target akuisisi, yakni PT Bank Ganesha Tbk, PT Bank Harda Tbk dan PT Bank Victoria Tbk.
Ketiga perusahaan tersebut berstatus terbuka dan memang ideal menjadi incaran BCA karena merupakan bank kecil. Manajemen BCA menargetkan proses akuisisi tersebut paling lambat sebelum Juli 2018.
Kini manajemen tengah mengumpulkan data-data calon perusahaan yang akan diakuisisi. Fokus perseroan sendiri adalah mengincar bank-bank yang fokus pada bisnis ritel dan mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Di sisi lain, Jahja menambahkan, untuk tingkat kredit hingga akhir tahun 2018, emiten perbankan dengan kode BBCA ini memproyeksikan sekitar 10 persen. Namun, jika nanti sektor infrastruktur bisa bertambah nilai kreditnya bisa menyamai dengan tahun lalu sekitar lebih baik sampe 12 persen.
Sementara itu, perseroan mencatat kenaikan kredit komersial dan UKM sebesar 1,7 persen atau menjadi Rp 144,7 triliun per kuartal I 2017.
Editor: Ranto Rajagukguk