Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK Ungkap Alasan MSCI Usulkan Status Pasar Saham RI Turun Jadi Standalone Market
Advertisement . Scroll to see content

BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tahan Banting saat IHSG Mengalami Tekanan, Ini Alasannya

Minggu, 01 November 2026 - 20:49:00 WIB
BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tahan Banting saat IHSG Mengalami Tekanan, Ini Alasannya
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

LOMBOK, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai saham berbasis syariah memiliki daya tahan relatif lebih baik ketika pasar saham domestik mengalami tekanan. Hal ini didukung karakteristik saham syariah yang tidak mencakup emiten perbankan konvensional serta transaksi yang tidak menggunakan fasilitas margin berbasis bunga.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan, tidak adanya emiten perbankan konvensional dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuat saham-saham dalam indeks tersebut relatif tidak terdampak langsung oleh koreksi yang terjadi pada sektor perbankan konvensional.

“Kalau kita lihat memang demikian, Pak, ya baik dari sisi produknya ya maupun dari sisi investornya, daya tahannya harusnya lebih baik yang di syariah,” kata Jeffrey dalam Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat dikutip, Minggu (1/11/2026).

Jeffrey menambahkan, faktor lain yang mendukung daya tahan pasar saham syariah adalah karakteristik transaksi investornya. Investor yang bertransaksi sesuai prinsip syariah tidak menggunakan fasilitas pinjaman berbasis bunga seperti transaksi margin konvensional.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi risiko margin call maupun penjualan paksa (forced sell) akibat penggunaan dana pinjaman ketika harga saham mengalami tekanan.

“Investor syariah tentu akan bertransaksi saham tanpa riba, apalagi margin, ya jadi tentu tidak ada risiko margin call atau force sell,” tuturnya.

Penilaian tersebut mengemuka di tengah tekanan yang melanda pasar saham nasional. Berdasarkan data BEI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.266,13 pada 26 Oktober 2026 atau terkoreksi 39,80 persen sejak awal tahun (year-to-date).

Meski pasar saham mengalami tekanan, kapitalisasi pasar saham syariah masih tercatat besar. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026 menunjukkan kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai Rp5.658,68 triliun.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Jakarta Islamic Index (JII) tercatat sebesar Rp1.891,89 triliun. Adapun Jakarta Islamic Index 70 (JII70) memiliki kapitalisasi pasar Rp2.681,94 triliun.

Dari sisi pilihan investasi, OJK menetapkan 622 saham masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) Periode I 2026. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan tiga saham melalui penetapan DES insidentil.

Meski demikian, BEI mengingatkan investasi saham syariah tetap memiliki risiko pasar. Harga saham syariah dapat mengalami fluktuasi mengikuti dinamika pasar global, kondisi makroekonomi, hingga kinerja fundamental masing-masing perusahaan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut