Berkembang Pesat, BEI Siap Beri Inovasi untuk Produk ETF
JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, mengatakan instrumen Exchange Traded Fund atau ETF berkembang pesat dan semakin diminati. Untuk itu, BEI siap memberi inovasi untuk produk-produk ETF untuk investor pasar modal.
ETF adalah jenis reksa dana yang diperdagangkan di bursa saham. Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga 25 Maret 2021, terdapat 48 ETF yang tercatat di bursa.
Inarno mengungkapkan, dari tahun ke tahun, ETF Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa, dan produk-produk yang dihasilkan melalui ETF semakin variatif.
"Oleh karena itu kita saat ini selalu memberikan inovasi-inovasi untuk membuat suatu indeks-indeks baru dan terakhir kita dengan SRI KE-HATI kita juga akan membuat suatu indeks yang baru ya," ujar Inarno dalam MNC Group Investor Forum 2022 - Macro Day, Kamis (17/3/2022).
Selain ETF, lanjutnya, investor lokal dan global juga sangat menantikan produk ETF yang berkaitan dengan indeks Environment, Social, Governance (ESG). Di Indonesia, ETF yang berbasis ESG belum terlalu besar, sehingga memiliki lebih banyak peluang.
"Karena growthnya atau opportunity to growthnya itu sangat besar tentunya kita berkomitmen untuk membuat indeks-indeks baru yang dikaitkan dengan ETF dari tiap produk-produk dari manajer investasi yang bisa menggunakan indeks baru tersebut," jelasnya.
Per akhir Maret 2021, jumlah ETF yang ada di Indonesia mencapai 48 produk ETF, terbanyak di ASEAN dari segi jumlah produk ETF yang telah diterbitkan.
Sejalan dengan tren investasi global, pertumbuhan produk investasi berbasis indeks di Indonesia juga semakin meningkat, lebih tinggi dibandingkan dengan produk investasi ekuitas yang dikelola secara aktif. Tren tersebut terlihat baik dari pertumbuhan jumlah produk maupun AUM (Asset Under Management).
Editor: Jeanny Aipassa