JAKARTA, iNews.id - Aksi korporasi pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengalami permintaan. Bahkan, nantinya akan ada tujuh perusahaan dengan aset jumbo yang siap melantai.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna hingga Jumat (18/8), bursa kedatangan 7 perusahaan dengan aset skala besar alias jumbo yang masuk pipeline pencatatan saham.
Danantara Rampungkan 600 Huntara di Aceh Tamiang, ADHI Ikut Ambil Bagian
"Aset mereka di atas Rp250 miliar," ujar Nyoman kepada wartawan pasar modal, Jumat (18/8/2023).
Bursa merinci sebanyak 15 perusahaan dengan aset skala menengah siap mencatatkan sahamnya. Adapun, asetnya berada di rentang Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar.
BEI dan PSSI Komitmen Bawa 1 Klub Sepak Bola IPO Tahun 2024
Sementara itu, sedikitnya 4 calon emiten yang merupakan perusahaan beraset kecil di bawah Rp50 miliar juga bakal melantai di bursa. Dengan demikian, jumlah perusahaan yang masuk pipeline pencatatan bursa mencapai 26 perusahaan, alias lebih rendah dari akhir pekan lalu sebanyak 27 perusahaan.
Resmi Melantai di BEI, Minahasa Hebat Siap Ekspansi dengan Dana IPO Rp26 Miliar
Nyoman merinci sebagian besar korporasi yang mau listing datang dari sektor konsumer, dalam hal ini konsumer non-siklikal sebanyak 7 perusahaan atau mewakili 41,18 persen dari jumlah yang ada. Sedangkan non-siklikal mencapai 4 perusahaan.
Kemudian, 3 perusahaan sektor kesehatan dan teknologi menyusul di belakang, serta 2 masing-masing dari energi, basic materials (bahan baku), dan transportasi-logistik. Sedangkan 1 korporasi masing-masing berasal dari properti, infrastruktur, dan industri.
Sementara itu, sebagai informasi 63 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di bursa hingga akhir pekan lalu. Adapun total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp49,2 triliun.
Editor: Puti Aini Yasmin
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku