Dari Pengamen ke Pengusaha Ketoprak, KUR BRI Jadi Penyelamat Rachmat
JAKARTA, iNews.id – KUR BRI menjadi titik balik hidup Rachmat, tukang ketoprak di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Dia sukses bangkit dari jalanan dan meninggalkan profesi pengamen berkat akses pembiayaan usaha.
Rachmat, 30 tahun, pemuda asal Cirebon, Jawa Barat, merantau ke Ibu Kota sejak 2010 usai lulus SMA. Tekad mencari penghidupan lebih baik membawanya pada pekerjaan serabutan, termasuk mengamen di bus kota demi bertahan hidup.
Perjalanan itu tidak mudah. Dia menghadapi penghasilan minim dan kewajiban setoran di wilayah tertentu. Titik jenuh muncul saat dia bertemu teman sekampung asal Cirebon yang berjualan ketoprak di Jakarta.
Dari pertemuan itu, Rachmat meminta diajari mengolah ketoprak. Keputusan tersebut diambil karena dia sudah lelah bertahan sebagai pengamen dan ingin memiliki usaha sendiri.
“Susah banget jadi pengamen di Jakarta. Dapetnya sedikit tapi haris setoran sama yang punya kawasan. Jadi saya mulai belajar ngolah ketoprak,” ujarnya kepada iNews.id.

Setelah belajar dan menabung pengalaman, Rachmat memberanikan diri membuka lapak ketoprak di sekitar Stasiun Gondangdia pada 2020. Untuk memperkuat modal, dia mengajukan Kredit Usaha Rakyat dari Bank Rakyat Indonesia.
“Awalnya saya minjam 15 juta, tapi di acc 10jt saja. Tapi itu sudah lumayan buat tambahan belanja,” kata dia.
Dukungan KUR BRI membuat usaha ketoprak Rachmat bertahan hingga kini, meski persaingan pedagang di kawasan Gondangdia cukup ketat. Konsistensi rasa dan lokasi strategis menjaga pelanggan tetap datang.
“Alhamdulillah sehari bisa 60 porsi. Cukuplah buat saya,” ucapnya.
Di level nasional, BRI terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR ke sektor produktif. Periode Januari hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari alokasi 2026 senilai Rp180 triliun.
“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif,” kata Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.
Secara kumulatif sejak 2015 hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat. Konsistensi ini menegaskan peran BRI memperluas inklusi keuangan sekaligus menguatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Editor: Reynaldi Hermawan