Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya: Harus Komitmen Bersihkan Penggorengan Saham
Advertisement . Scroll to see content

Euforia Harga Komoditas Bawa IHSG di Zona Hijau

Rabu, 29 September 2021 - 16:58:00 WIB
Euforia Harga Komoditas Bawa IHSG di Zona Hijau
Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Euforia harga komoditas mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah hingga ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini, Rabu (29/9/2021).

IHSG ditutup menguat 49,4 poin atau 0,81 persen di level 6.162. Hal itu, membawa performa indeks berada di lajur positif selama sepekan (0,89 persen), sebulan (1,18 persen), dan year to date (3,07 persen), meskipun kinerja enam bulan terakhir masih negatif (-2,92 persen).

Meski sempat dibuka melemah di level 6.100, IHSG mampu tampil cemerlang dengan bergerak menguat hingga mencapai titik tertingginya di level 6.162.

Sebanyak 262 emiten menguat, 270 melemah, dan sisanya 125 stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp14 triliun dari 27,3 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Pengamat Pasar Modal, Oktavianus Audi, mengatakan pergerakan indeks hari ini didorong oleh euforia kenaikan harga komoditas yang mendongkrak kinerja saham-saham pertambangan sehingga membuat indeks berada di jalur positif.

"Pergerakan hari ini kurang lebih didorong oleh sentimen komoditas yang kita lihat beberapa hari terakhir menjadi leading pergerakan saham, khususnya di BEI, dan memang beberapa sektor yang terdampak dari kenaikan harga komoditas sudah naik cukup signifikan untuk pekan ini, kurang lebih didorong oleh euforia harga komoditas dan akan jadi sentimen untuk pasar kita ke depannya," kata Audi, di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Menurut Audi, perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan komoditas global bakal mendapat imbas baik dalam kinerja perusahaan.

"Kita tahu juga, pendapatan perusahaan di Indonesia juga ditopang dari sektor komoditas, seiring dari kenaikan harga komoditas itu saya pikir akan mendongkrak laba perusahaan," tutur Audi.

Berkomentar ihwal kenaikan yield treasury Amerika Serikat dan kasus krisis utang Evergrande, Audi menyatakan bahwa keduanya masih juga menjadi sentimen di bursa Asia.

"IHSG kita sebenarnya belum ada konfirmasi apakah bisa melanjutkan uptrendnya sejak Maret lalu. Kalau kita lihat sentimen cukup besar saat ini khususnya investor Indonesia memang lebih ke arah pergerakan ekonomi Amerika Serikat," ujar Audi.

Dia meyakini indeks bakal tembus di sekitar 6.300-6.400 hingga akhir tahun 2021. "Sampai akhir tahun, target sampai bulan Desember 2021, di sekitar 6.300-6.400 untuk target netral bukan terlalu optimis. Ini sangat realistis," ungkap Audi.

Untuk diketahui, aktivitas investor asing hari ini relatif besar. Akumulasi pembelian bersih asing mencapai Rp1,69 triliun, dengan rincian Rp682,76 miliar di pasar reguler, dan Rp1,01 triliun di pasar negosiasi-tunai.

Dari total dana transaksi sebesar Rp14 triliun, asing mengeksekusi sebesar 24,20 persen, sedangkan investor domestik masih mendominasi pasar sejumalh 75,80 persen.

Selain IHSG, sejumlah bursa di kawasan Asia lainnya juga bergerak variatif seperti: N225 (-2,12 persen), STI (0,12%), KOSPI (-1,22 persen), dan HSI (0,52 persen).

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut