Goldman Sachs Prediksi Harga Emas Masih Terus Naik

Djairan ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 06:20 WIB
Goldman Sachs Prediksi Harga Emas Masih Terus Naik

Emas. (Foto: Ist)

NEW YORK, iNews.id - Salah satu bank raksasa di AS, Goldman Sachs memprediksi reli harga emas masih akan berlanjut. Harga emas yang mencetak rekor berpeluang naik 20 persen tahun ini.

Dilansir Business Insider, Kamis (29/7/2020), harga emas saat ini menyentuh rekor 2.000 dolar AS per troy ounce (toz) dan diprediksi menyentuh 2.300 dolar AS per toz dalam 12 bulan ke depan.

Analis Goldman Sachs, Jeffrey Currie mengatakan, emas masih memiliki ruang untuk menguat karena faktor ketidakpastian masih sangat tinggi mulai dari ancaman gelombang kedua Covid-19 hingga memanasnya tensi dagang antara AS dan China.

"Dengan adanya perkiraaan penurunan suku bunga AS, kami sekali lagi menegaskan rekomendasi emas untuk posisi jangka panjang sejak Maret dan menaikkan proyeksi harga emas dan perak masing-masing 2.300 per toz dan 30 per toz dari 2.000 per toz dan 22 per toz," ujarnya.

Goldman Sachs menyinggung soal risiko penumpukan utang pemerintah AS, sehingga membuat kekuatan greenback sebagai safe haven berkurang. Penumpukan itu diperkirakan berlanjut karena pemerintah akan terus menggelontorkan stimulus ekonomi.

Kondisi tersebut mendorong pengambil kebijakan lebih fleksibel membiarkan inflasi, sehingga membuat harga-harga mineral menguat.

"Sebagian investor khawatir terhadap dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh bank sentral. Kalau bank sentral terlalu gampang dalam membuat uang, maka uang kartal akan diremehkan, dan berpotensi memperlemah mata uang. Emas akan sangat menarik dengan skenario itu," kata Adrian Lowcoc, Head of Personal Investing Willis Owen.

Editor : Rahmat Fiansyah