Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap Cacahan Rp100.000 di TPS Liar Bekasi Uang Cetakan Lama BI
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur BI Tegaskan Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Rabu, 07 Maret 2018 - 21:30:00 WIB
Gubernur BI Tegaskan Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menegaskan akan senantiasa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini menyikapi kurs rupiah yang bergerak fluaktuatif belakangan terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya secara konsisten dan berhati-hati merespons dinamika pergerakan nilai tukar rupiah yang sedang berlangsung untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga, sehingga keberlangsungan pemulihan ekonomi dapat berlanjut.

“Respons BI ditempuh untuk mengelola dan menjaga fluktuasi (volatilitas) nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan kondisi fundamental makroekonomi domestik, dengan juga memperhatikan dinamika pergerakan mata uang negara lain,” kata Agus Marto dalam keterangannya, Rabu (7/3/2018).

Agus Marto menambahkan, kebijakan moneter global saat ini, khususnya di Amerika Serikat (AS), tengah memasuki era peningkatan suku bunga dan rezim kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Dampak dari kebijakan ekonomi AS tersebut berpengaruh terhadap perekonomian di seluruh negara, termasuk Indonesia, yang antara lain tercermin pada dinamika pergerakan mata uang negara-negara di dunia.

“Namun demikian, BI meyakini bahwa dengan ketahanan perekonomian Indonesia saat ini, yang didukung oleh jalinan koordinasi BI dan Pemerintah yang semakin kuat, perekonomian Indonesia mampu menghadapi tantangan dari berbagai pergeseran ekonomi global tersebut,” tutur dia.

BI akan tetap berada di pasar secara terukur untuk mengawal terciptanya stabilitas rupiah sehingga kepastian dan keyakinan masyarakat terhadap perekonomian nasional tetap terjaga dengan baik.

Cadangan devisa Indonesia tercatat mengalami penurunan di akhir Februari dengan tersisa 128,06 miliar dolar AS. Penurunan tersebut menyusul langkah pemerintah untuk membayar utang luar negeri dan menstabilkan nilai tukar rupiah.

Peneliti dari Institute of Development for Economics and Finansial (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara berpendapat, dari dua indikator tersebut, kurs rupiah perlu dicermati perkembangannya. Pasalnya, ia memprediksi nilai tukar rupiah mengalami tekanan sampai akhir tahun sehingga berpengaruh besar terhadap cadangan devisa negara.

Posisi rupiah yang terus berfluktuasi itu menyusul langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) yang tengah mengetatkan kebijakan moneternya. Bahkan, rencana pegetatan kebijakan itu melebih dari ekspektasi awal yang semula suku bunga naik sebanyak tiga kali, kini ditargetkan menjadi empat kali.

"Kalau Fed Rate naik empat kali tahun ini, artinya BI perlu 16 miliar dolar AS cadev (cadangan devisa) untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Cadev akan makin tergerus," ucapnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut