Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Strategi Grab Indonesia Jemput Peluang Bisnis di Tengah Tekanan Ekonomi Global 2026
Advertisement . Scroll to see content

Hari Pertama IPO, Saham Semacom Integrated (SEMA) Melesat 34 Persen

Senin, 10 Januari 2022 - 11:22:00 WIB
Hari Pertama IPO, Saham Semacom Integrated (SEMA) Melesat 34 Persen
Harga saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) naik signifikan pada perdagangan hari pertama IPO, Senin (10/1/2022), saham SEMA melesat 62 poin atau 34,44 persen. (foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan di hari penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), Senin (10/1/2022). Saham SEMA terpantau langsung melesat 62 poin atau 34,44 persen di Rp242 dari harga perdananya Rp180.

Adapun investor mengeksekusi 7,63 juta lembar saham senilai Rp1,85 miliar. Pemilik market cap sebesar Rp325,97 miliar ini diketahui menawarkan 3,47 juta lot saham atau 347 juta saham baru yang setara 25,76 persen dari modal disetor setelah IPO. 

Direktur Utama Semacom Rudi Hartono Intan baru-baru ini mengumumkan saham produsen panel listrik itu banyak diburu investor dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 40x. Nilai oversubscribe tersebut merupakan hasil porsi pooling e-ipo Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Minat, apresiasi, sekaligus kepercayaan pelaku pasar dan investor dalam pemesanan IPO itu menjadi modal kami menjadi lebih baik lagi setelah listing nanti dan turut membangun pasar modal Indonesia," ujarnya.

Manajemen Semacom menyatakan akan menggunakan dana IPO untuk meningkatkan kinerja seperti untuk membeli persedian, biaya research & development, serta biaya pemasaran dan promosi.

Rudi menyatakan optimis bisnis SEMA ke depan akan semakin berkembang seiring dengan komitmen pemerintah yang ingin mengoptimalkan sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi alternatif. Terlebih Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi sumber EBT sangat melimpah.

"Dengan mempertimbangkan potensi bisnis yang ada, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan modul surya sebagai bagian dari energi terbarukan, kami telah mempertimbangkan dan mengkaji pengembangan bisnis untuk pengerjaan Inverter Modul Surya dan BOS (Balance of System) Modul Surya," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut