Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor lewat Kopra by Mandiri
Advertisement . Scroll to see content

Hery Gunadi Jadi CEO Mandiri Syariah

Rabu, 21 Oktober 2020 - 17:19:00 WIB
Hery Gunadi Jadi CEO Mandiri Syariah
Toni EB Subari menduduki kursi direktur operasional Bank Mandiri, posisi dirut Mandiri Syariah diisi Hery Gunardi. (Foto: Mandiri Syariah)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menetapkan Toni EB Subari yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama (dirut) Mandiri Syariah masuk mengisi kursi direktur operasional Bank Mandiri. Posisi dirut Mandiri Syariah kini diisi Hery Gunardi.

Hery menjelaskan dirinya telah ditugaskan sebagai ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN pada Maret 2020.

“Saya akan menjalankan amanah ini tidak boleh nyambi. Jadi dari PMO jadi IMO sekaligus merangkap CEO Bank Syariah Mandiri sebelum digabung dengan BRI Syariah dan BNI Syariah,” ujar Hery dalam video virtual, Rabu (21/10/2020).

Sebagai informasi, PT BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah mempublikasikan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha (merger) yang mencakup penjelasan mengenai visi, misi, dan strategi bisnis Bank Hasil Penggabungan. Publikasi tersebut merupakan bagian dari tahapan rencana penggabungan ketiga bank syariah milik BUMN.

Total aset dari Bank Hasil Penggabungan akan mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Bank Hasil Penggabungan akan masuk ke dalam Top 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan Top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar. Bank Hasil Penggabungan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ticker code BRIS.

Komposisi pemegang saham pada Bank Hasil Penggabungan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) 25,0 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen. Struktur pemegang saham tersebut adalah berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta penggabungan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut