Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 812 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 11,57 Persen ke 5.185
Advertisement . Scroll to see content

IHSG Ambruk 14,91% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp1.544 Triliun

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:09:00 WIB
IHSG Ambruk 14,91% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp1.544 Triliun
Ilustrasi IHSG anjlok 14,91% selama sepekan. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 14,91% sepanjang perdagangan 12-16 Oktober 2026. Penurunan ini diikuti penyusutan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp1.544 triliun dalam sepekan.

PH Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon mengatakan IHSG ditutup di level 5.185,105 pada akhir pekan, turun dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya.

“Perubahan dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 14,91 persen sehingga ditutup pada level 5.185,105 dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya,” kata Valentina dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Tekanan pasar juga terlihat pada perdagangan Jumat (16/10/2026). BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt pada pukul 08.58 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah IHSG menyentuh ambang batas penurunan 8%.

Kapitalisasi pasar BEI ikut menyusut 14,43% menjadi Rp9.157 triliun, dibandingkan Rp10.701 triliun pada pekan sebelumnya.

Dari sisi aktivitas transaksi, rata-rata volume perdagangan harian turun 5,22% menjadi 44,102 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga terkoreksi 0,07% menjadi Rp16,21 triliun.

Sebaliknya, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 2,46% menjadi 1,72 juta kali.

Investor asing turut mencatatkan tekanan jual. Pada Jumat (16/10/2026), nilai jual bersih atau net sell investor asing mencapai Rp3,34 triliun. Dengan demikian, akumulasi net sell asing sepanjang 2026 mencapai Rp88,19 triliun.

Pelemahan pasar saham domestik terjadi bertepatan dengan pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 mengenai periode konsultasi proposal reklasifikasi status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Merespons perkembangan tersebut, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas pasar serta kepercayaan investor.

BEI menyatakan tetap menghormati independensi MSCI. Namun, bursa akan meminta klarifikasi secara mendalam dengan mempertimbangkan berbagai reformasi pasar yang telah dijalankan.

BEI juga menegaskan proses tersebut masih berada dalam tahap konsultasi hingga 30 April 2027 dan belum menjadi keputusan final.

Sebagai bagian dari respons terhadap perkembangan pasar, konferensi pers bersama digelar di Gedung BEI pada Jumat (16/10/2026). Sejumlah pejabat hadir dalam forum tersebut, antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, Kapolri Suyudi Ario Seto, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi.

Jajaran direksi BEI, KPEI, dan KSEI turut menghadiri pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, OJK menegaskan komitmen untuk memperketat penegakan hukum di sektor pasar modal. Langkah ini ditujukan untuk menjaga integritas pasar sekaligus memastikan perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.

Selain memperkuat koordinasi menghadapi isu eksternal, BEI juga mendorong peningkatan literasi dan ketangguhan investor domestik melalui kegiatan Ring the Bell for Financial Literacy 2026 pada Rabu (14/10/2026).

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut