Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Melonjak 36,95 Persen Sepanjang 2025
Advertisement . Scroll to see content

IHSG Besok Diprediksi Lanjutkan Koreksi Imbas Konflik Timur-Tengah

Minggu, 21 April 2024 - 09:54:00 WIB
IHSG Besok Diprediksi Lanjutkan Koreksi Imbas Konflik Timur-Tengah
ilustrasi IHSG diprediksi terkoreksi besok (ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan koreksi pada Senin (22/4/2024) besok. Krisis geopolitik masih membebani psikologis pasar, dan dikhawatirkan akan mengalihkan dana investor dari saham kepada aset safe-haven seperti emas.

Riset Phintraco Sekuritas menilai dalam indikator Stochastic RSI dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) mendukung pelemahan itu.

“Secara teknikal, Peluang downside masih terbuka di kisaran 7,035 atau di MA200 pada Senin (22/4). Hal tersebut sejalan dengan death cross pada Stochastic RSI serta pelebaran negative slope pada MACD,” terangnya, ditulis Minggu (21/4/2024). 

Secara fundamental pasar juga mengamati sejumlah data makro baik dari dalam negeri maupun regional. Pada Senin depan, terdapat rilis data Neraca Perdagangan periodfe Maret.

Phintraco memperkirakan balance of trade RI akan naik tipis, setelah sebelum susut menjadi 0,87 miliar dolar AS, yang notabene jauh dari konsensus sebesar 2,32 miliar dolar AS.

“Diperkirakan akan naik tipis seiring dengan meningkatnya kinerja ekspor komoditas,” tutur dia.

Di tingkat mancanegara, China akan melaporkan data Loan Prime Rate 1Y dan Loan Prime Rate 5Y. Pada Maret 2024, PBOC mempertahankan suku bunga pinjaman acuan tidak berubah yakni Loan Prime Rate 1Y sebesar 3,45 persen, sedangkan Loan Prime Rate 5Y sebesar 3.95 persen.

Kedua suku bunga tersebut, terang Phintraco, masih berada pada rekor terendah seiring dengan tujuan untuk memacu pertumbuhan perekonomian dari krisis properti dan rendahnya consumer confidence. 

Sementara itu di Amerika Serikat, data klaim pengangguran akan menjadi perhatian pasar pada pekan depan, ditambah rilis survey terkait kinerja manufaktur. Sejumlah pejabat Federal Reserve sebelumnya menerangkan bahwa suku bunga tinggi saat ini dapat bertahan lama apabila inflasi tak kunjung mereda.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut