JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi masih akan bergerak dalam zona rawan koreksi pada perdagangan pekan ini yang hanya menyisakan dua hari efektif sebelum memasuki jeda libur panjang.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memetakan pergerakan indeks akan berada dalam rentang support 7.071 dan resistance 7.248.
16,3 Juta Wajib Pajak Aktivasi Coretax, 8,12 Juta SPT Terlaporkan
“Untuk sepekan ke depan kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 7.071 dan resist 7.248,” ucap Herditya, Minggu (15/3/2026).
Kondisi pasar modal Indonesia saat ini tengah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen geopolitik global dan agenda kebijakan moneter penting dari dalam maupun luar negeri.
Herditya menjelaskan bahwa fokus pasar pekan depan tertuju pada kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta perkembangan ketegangan di Timur Tengah. Selain itu, psikologis pasar juga dipengaruhi oleh persiapan menghadapi libur panjang Nyepi dan Idulfitri.
“Dimana investor masih akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan juga libur panjang Nyepi dan Lebaran, di sisi lain akan ada fed rate yang diperkirakan akan stay 3,75 persen,” katanya.
Selain kebijakan The Fed, pelaku pasar domestik juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan pada Selasa mendatang.
Herditya memproyeksikan Bank Indonesia akan mengambil langkah serupa dengan bank sentral AS, yaitu mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini.
Meski ada agenda domestik yang penting, ia menilai faktor dari luar negeri masih memegang kendali lebih besar terhadap fluktuasi indeks.
“Kami perkirakan BI juga akan cenderung stay, dan sentimen IHSG lebih banyak dari eksternal,” ucapnya.
Mengingat pekan depan hanya memiliki hari perdagangan yang terbatas, investor disarankan untuk cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil posisi dan memperhatikan manajemen risiko, terutama terhadap saham-saham yang sensitif pada sentimen nilai tukar dan suku bunga.
Editor: Aditya Pratama