Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Loyo di Level 8.211
Advertisement . Scroll to see content

IHSG Pekan Depan Berpotensi Melemah, Ini Pemicunya

Minggu, 25 Juni 2023 - 08:41:00 WIB
IHSG Pekan Depan Berpotensi Melemah, Ini Pemicunya
IHSG berpotensi melemah pada perdagangan pekan depan. Pelaku pasar dinilai masih wait and see melihat kondisi makro. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan pekan depan. Pelaku pasar dinilai masih wait and see melihat kondisi makro, terlebih didukung oleh perdagangan pekan depan yang hanya berlangsung selama dua hari.

Phinctraco Sekuritas Research membaca secara teknikal indeks komposit bergerak ke oversold area yang menunjukkan masih terdapat potensi tekanan.

"IHSG diperkirakan akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah di rentang 6.620-6.660. Indikator MFI dan Stochastic RSI cenderung bergerak turun ke oversold area, diiringi pelebaran negative slope pada MACD," tulis laporan tersebut, Minggu  (25/6/2023).

Selain itu, pelaku pasar dalam negeri diperkirakan masih berfokus pada keputusan dan petunjuk dari bank-bank sentral besar di negara-negara barat terkait kebijakan moneternya. Riset memandang sebagian besar bank-bank sentral tersebut masih mengindikasikan tetap melanjutkan kebijakan moneter ketat untuk beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, hari perdagangan yang lebih singkat pada pekan depan, menyusul libur nasional cuti bersama pada 28-30 Mei 2023 yang juga mendorong pembatasan pada aktivitas transaksi.

"Hal ini turut mempengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar," lanjut laporan tersebut.

Dari sisi sentimen luar negeri, Amerika Serikat akan merilis data CB Consumer Confidence bulan Juni 2023 pada pekan depan, serta GDP Growth Rate QoQ Final per Kuartal I 2023 (29/6/2023). Sementara, China akan merilis NBS Manufacturing PMI bulan Juni 2023 (30/6/2023) yang sebelumnya berada di 48,8 bulan Mei 2023.

Apabila indeks manufaktur China pada Juni 2023 masih di bawah 50, maka mengindikasikan pemulihan aktivitas manufaktur masiih cukup lambat di negeri Tirai Bambu.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut