Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Purbaya soal Rupiah Loyo Nyaris Rp17.000 per Dolar AS saat IHSG Terus Ngegas
Advertisement . Scroll to see content

IHSG Pekan Depan Berpotensi Rebound, Ini Pemicunya

Minggu, 07 Mei 2023 - 11:07:00 WIB
IHSG Pekan Depan Berpotensi Rebound, Ini Pemicunya
Sejumlah analis menyebut pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2023 sebesar 5,03 persen akan mendorong kenaikan IHSG pada awal pekan depan. (Foto: Dok. MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Realisasi pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2023 sebesar 5,03 persen membawa angin segar bagi pasar modal tanah air. Sejumlah analis menyebut kondisi makro ini akan mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan depan.

"IHSG berpotensi rebound di Senin (8/5/2023) pasca-tutup gap ke 6.760 di Jumat (5/5)," tulis riset Phintraco Sekuritas dikutip, Minggu (7/5/2023).

Menurut riset, pertumbuhan ekonomi RI berada di atas perkiraan pasar sebesar 4,95 persen year on year (yoy). Adapun, komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,44 persen yoy.

Hal ini diperkirakan berlanjut di tahun ini, mengingat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus bertahan di level yang cukup tinggi hingga April 2023.

Sebelumnya, IHSG berakhir melemah 0,82 persen di 6.787,63 pada pekan sebelumnya, menambah tekanan sebesar 2,27 persen dalam sepekan. Sejalan dengan koreksi tersebut, indeks komposit dinilai telah oversold, dan berpotensi rebound pada pekan depan.

"IHSG telah menutup gap ke 6.760. Investor dapat mencermati peluang buy on support/speculative buy di atas 6.730," tulis riset tersebut. 

Dari sisi mancanegara, pertumbuhan angka pengangguran di Amerika Serikat pada periode April berpotensi membuat bank sentral AS Federal Reserve membatasi kenaikan suku bunga acuan mereka. Ekspektasi penurunan suku bunga akan membawa kabar baik untuk pasar modal.

Pada pekan depan, rilis inflasi AS juga akan menjadi perhatian investor untuk membaca seberapa jauh The Fed akan mengambil kebijakan pengetatan moneter.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut