JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama sepekan tercatat melemah pada perdagangan pekan pertama Juni. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2-5 Juni 2025, IHSG terkoreksi 0,87 persen ke level 7.113,425 dari 7.175,819 pada pekan lalu.
"IHSG selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 0,87 persen ditutup pada level 7.113,425 dari 7.175,819 pada pekan lalu," kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangannya dikutip, Sabtu (7/6/2025).
Ketum Kadin Sebut Potensi Industri Kreatif RI Luar Biasa Besar, Tinggal Dikapitalisasi
Lalu, rata-rata volume transaksi harian bursa juga tercatat turun sebesar 22,88 persen, menjadi 24,29 miliar lembar saham dari 31,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami pelemahan sebesar 0,32 persen menjadi Rp12.381 triliun dari Rp12.420 triliun pada sepekan sebelumnya.
Sapi Kurban Ngamuk hingga Tercebur ke Sungai di Depok, Damkar Bantu Evakuasi
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik sebesar 4,43 persen menjadi 1,37 juta kali transaksi dari 1,31 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 7 Juni 2025, Catat Lokasinya
Peningkatan turut dialami pada rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan sebesar 2,18 persen menjadi Rp17,14 triliun dari Rp16,78 triliun pada pekan sebelumnya.
“Adapun investor asing pada Kamis mencatatkan nilai jual bersih Rp720,62 miliar dan sepanjang tahun 2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp49,89 triliun,” tuturnya.
Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2025 adalah 45 emisi dari 31 emiten senilai Rp58,74 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 606 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp485,93 triliun dan 107,92 juta dolar AS, yang diterbitkan oleh 133 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 194 seri dengan nilai nominal Rp6.350,24 triliun dan 502,10 juta dolar AS. Selain itu, BEI mencatat sebanyak 7 Emisi Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,25 triliun.
Editor: Aditya Pratama
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku