Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 8.131, Nilai Transaksi Tembus Rp20,2 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

IHSG Sepekan Turun 1,57 Persen, Varian Baru Covid-19 Jadi Penyebab Utama

Sabtu, 26 Desember 2020 - 20:15:00 WIB
IHSG Sepekan Turun 1,57 Persen, Varian Baru Covid-19 Jadi Penyebab Utama
IHSG selama sepekan turun 1,57 persen ke level 6.008 meninggalkan level 6.100. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan turun 1,57 persen ke level 6.008 meninggalkan level 6.100. Penutupan pekan sebelumnya indeks berada di level 6.104.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut, terkoreksinya IHSG pada pekan ini disebabkan adanya temuan varian baru Covid-19 di sejumlah negara yang memengaruhi sentimen di pasar modal Indonesia.

"Varian baru dari Covid-19 sempat menyebabkan pasar agak panik, orang khawatir takutnya varian baru ini proteinnya tidak dikenali oleh vaksin sehingga butuh waktu lagi untuk  melakukan penelitian tentang vaksin sehingga pasar agak panik," ujar Hans saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (26/12/2020).

"Tapi, varian baru dari Covid-19 itu nampaknya masih dalam penelitian bahwa pakar dunia menyatakan bahwa proteinnya masih sama sehingga vaksin akan efektif," katanya.

Hans menambahkan, faktor lain yang ada pada pekan sebelumnya datang dari pembicaraan mengenai Brexit. Pasalnya, seperti banyak diberitakan Brexit sulit mencapai kesepakatan sehingga pasar terkoreksi.

"Tapi pekan depan akan berbeda karena pertemuan di sebelum natal tampaknya mereka hampir menyepakati tentang Brexit, artinya Inggris akan keluar dengan satu kesepakatan dari Uni Eropa sehingga sentimen negatif itu berkurang," ucapnya.

Selain itu, pekan lalu indeks secara global juga dibuat cemas menanti stimulus fiskal Amerika Serikat. Sebab, setelah lolos di senat lalu ada kabar yang mengatakan bahwa Donald Trump sangat mungkin melakukan voting untuk menggagalkan paket stimulus.

Pasalnya, bantuannya hanya sebesar 600 dolar AS, sementara Trump menginginkan di angka 2.000 dolar AS. "Itu jadi sentimen yang mengkhawatirkan pasar tetapi ada statement yang menyatakan bahwa Trump tidak bisa memvoting itu apalagi masa kerja dia sisa 25 hari lagi," tuturnya.

Hans menyebut, untuk pekan depan IHSG diperkirakan mencatatkan pertumbuhan positif. Hasil uji coba vaksin Sinovac di Turki mencatatkan hasil 91,25 persen tingkat efektivitasnya.

"Cukup bagus karena seluruh vaksin yang kita (Indonesia) beli kemarin ini jadi sentimen positif bagi kita, tapi butuh waktu sampai vaksin diterima," katanya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut