Indonesia Kalahkan Singapura dan Malaysia untuk Jumlah IPO

Aditya Pratama ยท Senin, 18 Mei 2020 - 13:45 WIB
Indonesia Kalahkan Singapura dan Malaysia untuk Jumlah IPO

Bloomberg melaporkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah Initial Public Offering (IPO) terbesar di Asia Tenggara dalam empat bulan pertama tahun 2020. (Foto: Antara)

JAKARTA,iNews.id - Bloomberg melaporkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah Initial Public Offering (IPO) terbesar di Asia Tenggara dalam empat bulan pertama tahun 2020. Jumlah IPO mencapai 26 IPO, Singapura enam dan Malaysia delapan.

APAC Head of Global Data Bloomberg Vatsan Sudersan menuturkan, meski jumlah IPO lebih banyak, namun nilai penggalangan dana relatif kecil. Rata-rata ukuran penawaran umum hanya 10 juta dolar Amerika Serikat (AS), turun 74 persen dari periode yang sama tahun lalu 36 juta dolar AS.

Total sebesar 272 juta dolar AS datang dari pasar ekuitas modal dari Januari hingga April 2020, dibandingkan dengan 550 juta dolar AS dalam periode yang sama tahun lalu. Dalam run rate, hal ini akan menghasilkan jumlah modal terendah yang terkumpul dalam 10 tahun terakhir, sejak 2019.

Dalam lima tahun terakhir, hanya ada enam penawaran ekuitas tambahan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia yang dikumpulkan sekitar 1,1 miliar dolar AS. 

“Sementara data kami menunjukkan bahwa Indonesia telah mendapati jumlah IPO terbesar sejauh tahun ini, namun perusahaan-perusahaan Indonesia masih lebih suka untuk mengumpulkan modal dari pasar modal utang. Dalam empat bulan pertama 2020, utang sebesar 18,9 miliar dolar AS seperti obligasi dan sindikasi pinjaman terbeli di Indonesia, yang merupakan 98,1 persen dari total modal yang dikumpulkan,” kata Sudersan melalui keterangan tertulisnya, Senin, (18/5/ 2020.

Dia menuturkan sebanyak 84 persen dari obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan Indonesia terdaftar di pasar luar Indonesia, dengan Singapura sebagai pilihan utama untuk listing. Volume obligasi sebesar 15,3 dolar AS miliar meningkat lebih dari dua kali lipat dari Januari hingga April 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 7,2 miliar dolar AS.

“Kami melihat lebih banyak perusahaan Indonesia beralih ke pasar obligasi untuk meningkatkan sebagian modal karena ketatnya likuiditas di antara bank lokal Indonesia, sehubungan dengan rekan-rekan regional mereka. Beberapa bulan ke depan kemungkinan akan terus menjadi tantangan bagi perusahaan Indonesia karena mereka bertarung dengan jatuhnya ekonomi akibat dari covid-19," ujarenya.

Editor : Ranto Rajagukguk