Ingin Berinvestasi Saham di Tahun Depan? Simak 3 Tips Berikut Ini
JAKARTA, iNews.id - Menjelang akhir tahun, biasanya akan berpikir bagaimana cara berinvestasi aman dan menjanjikan pada tahun depan. Apalagi dengan kondisi perekonomian global yang tidak stabil ini juga turut memengaruhi iklim investasi.
Oleh karenanya, diperlukan kecermatan dalam melihat peluang yang ada agar jangan sampai salah pilih instrumen investasi. Jika salah langkah, bukan mendapatkan keuntungan malah akan mengalami kerugian.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, investasi saham adalah pilihan terbaik. Pasalnya, jenis investasi ini dapat menjadi pilihan yang aman di tengah kondisi ekonomi seperti apa pun.
Namun, harus dicatat, selama berinvestasi di saham harus diniatkan dengan mencari keuntungan jangka panjang. Pasalnya, sebagian besar investor saham di pasar modal Indonesia hanya mencari keuntungan jangka pendek semata dengan menjadi seorang trader.
"Investasi paling baik itu dengan beli saham di pasar modal dengan mengharapkan dividen. Kita beli saham seperti bikin bisnis sampingan tanpa kita perlu repot mengurusnya," ujarnya saat mengunjungi kantor iNews.id beberapa waktu lalu.
Dia pun memberikan sejumlah tips yang harus dicermati agar investasi di pasar modal bisa lebih optimal. Berikut selengkapnya:
1. Saham Sektor Konsumer dan Infrastruktur Bisa Jadi Pilihan
Menurut dia, yang harus diperhatikan dengan cermat dari investasi di instrumen ini adalah mencari perusahaan yang bonafit. Pasalnya, besaran keuntungan dari dividen yang investor dapatkan tiap tahunnya sangat bergantung pada keuntungan yang didapat perusahaan tersebut selama setahun.
"Cari perusahaan yang benar-benar bagus meski keadaan ekonomi kaya gimana pun, pemiliknya siapa, bisnisnya transparan atau tidak," kata dia.
Dia menyarankan, pilihlah saham dari perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi atau infrastruktur. Pasalnya, sektor konsumsi tidak akan pernah mati bagaimanapun kondisi ekonomi global dan domestik sedangkan sektor infrastruktur masih akan terus jalan selama pemerintah mencanangkan pembangunan infrastruktur besar-besaran.
"Investasi tidak ada yg bagus karena tidak ada yang bisa ramal ekonomi seperti apa. Tapi kita bisa katakan ada sektor usaha yang kelihatannya akan makin bagus atau usaha yang akan pasif karena pemilu," ucapnya.
2. Jangan Sering Ikuti Perkembangan Harga Saham
Kesalahan investor saham ialah selalu merasa was-was dengan dinamika harga saham yang dibeli. Padahal, tidak ada saham yang tidak naik-turun mengikuti sentimen global maupun domestik.
Hal ini hanya membuat cemas setiap saat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini. Oleh karenanya, menurut dia, jangan memburu keuntungan jangka pendek seperti yang para trader lakukan. Sebaiknya investor hanya perlu duduk manis dan menunggu pembagian deviden dari perusahaan untuk dibagikan ke para pemilik saham setiap tahunnya. "Kita beli cukup mengharapkan deviden. Harga (saham) jangan dilihatin setiap hari. Jangan baca berita ekonomi tiap hari nanti panik," tuturnya.
3. Usahakan Beli Saham saat Harga Turun
Dengan dinamika ekonomi saat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami volatiltas. Ada kalanya harga saham turun drastis kemudian mendadak naik dengan drastis pula.
Perhatikan harga saham yang menjadi incaran dan belilah saat harganya sedang turun dari rata-rata. Hal ini agar dapat mendapatkan keuntungan lebih.
"Tidak ada masalah beli yang murah. Malah beli pas harga lagi turun. Misal pas momen pasar lagi panik karena kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) membuat rupiah melemah," ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk