Ini 2 Cara Hindari Investasi Bodong

Cahya Puteri Abdi Rabbi · Senin, 03 Oktober 2022 - 20:38:00 WIB
Ini 2 Cara Hindari Investasi Bodong
Chief Marketing Officer MNC Asset Management, Dimas Aditia Ariadi (kiri), dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo yang bertajuk ‘Tips Cerdas Memilih Investasi Minim Risiko Bagi Gen-Z & Milenial’, Senin (3/10/2022). (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id - Maraknya investasi bodong saat ini terus merugikan masyarakat. Banyak produk investasi yang ditawarkan dengan berbagai modus seperti trading palsu dan skema ponzi.

Chief Marketing Officer MNC Asset Management, Dimas Aditia Ariadi, menyampaikan cara menghindari produk-produk investasi bodong. Menurutnya, ada 2 cara menghindari investasi bodong, yakni dengan menerapkan prinsip legal dan logis. 

"Investor harus memperhatikan 2L sebelum berinvestasi, yakni legal dan logis. Kalau ditawari produk investasi, harus dicek dulu legalitasnya, bisa ke Otoritas Jasa Keuangan atau Bappebti untuk aset kripto,” kata Dimas dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo yang bertajuk ‘Tips Cerdas Memilih Investasi Minim Risiko Bagi Gen-Z & Milenial’, Senin (3/10/2022).

Dia menjelaskan, yang harus diperhatikan calon investor sebelum memulai investasi yakni, harus dapat menentukan kelogisan dari tingkat pengembalian atau return yang ditawarkan dari produk investasi tertentu, jangan sampai tergiur oleh return yang tinggi namun tidak masuk akal.                                                                                                           
Di samping itu, calon investor harus menentukan terlebih dahulu tujuan investasi dan mengetahui jangka waktu berinvestasi untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian, menentukan profil risiko untuk menetapkan produk investasi yang cocok.

“Jadi investasi itu tidak bisa dipaksakan, setiap orang punya tujuan investasi dan profil risiko yang berbeda,” ujar Dimas.

Lebih lanjut, ia menyarankan untuk berinvestasi pada instrumen yang diawasi langsung oleh OJK. Adapun, dua produk investasi yang ia rekomendasikan yakni, emas dan reksa dana. 

“Kita harus smart. Jangan sampai semangat investasinya patah karena kecewa dengan oknum yang membuat kita terjerat investasi bodong,” ungkap Dimas.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda