Investor Beralih ke Saham dan Obligasi, Harga Emas Spot Anjlok

Djairan ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:20 WIB
Investor Beralih ke Saham dan Obligasi, Harga Emas Spot Anjlok

Emas. (Foto: ilustrasi/Ist)

NEW YORK, iNews.id - Harga emas spot mencetak rekor terburuk setelah turun 4,7 persen ke level 1.932 dolar AS per ounce. Penurunan harian itu menjadi yang terbesar sejak 2013.

Dilansir Business Insider, Rabu (12/8/2020), harga emas dalam beberapa pekan terakhir naik tajam hingga menembus level psikologis 2.000 dolar AS per ounce. Kenaikan itu menyusul meningkatnya risiko pandemi Covid-19.

Namun, investor kini mulai melirik aset-aset berisiko seperti saham dan obligasi pemerintah. Turunnya risiko dari Covid-19 hingga stimulus yang diberikan pemerintah AS menjadi alasannya. Para trader juga menyambut baik rencana Presiden Donald Trump yang ingin memangkas tarif pajak capital gain.

Wall Street sempat menghijau di sepanjang perdagangan meski berakhir merah. Adapun imbal hasil (yield) obligasi pemerintah meningkat seiring gencarnya penerbitan utang pemerintah AS.

"Trader tengah mencari alasan untuk mengunci keuntungan (dari emas)," kata Analis Senior Pasar Oanda, Edward Moya.

Alasan lainnya, menurut Moya, setelah sentimen penemuan vaksin Covid-19 dari Rusia. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan negaranya menyetujui vaksin corona.

"Banyak trader emas yang merespons positif berita vaksin dari Rusia dan mendorong penjualan (emas) besar-besaran," kata Moya.

Editor : Rahmat Fiansyah